Showing posts with label BABY. Show all posts

Asi 1 Tahun


Saat saya sedang memerah asi di mushola wanita di sekolah saya, selesai sholat seorang ibu menyapa saya dan kita bercerita.

Saya "Iya bu, anak saya sudah mau satu tahun. cukup bu, gak berlebih juga."
Ibu : "Saya juga dulu asi saya melimpah, sampai saya harus donor asi ke orang lain, tapi saat anak saya usia 3 bulan saya di vonis kanker payudara stadium 3, saya harus berhenti mendonor asi dan saya fokus memompa sebanyak banyaknya asi saya untuk anak saya karena untuk persiapan kemoterapi saya. Pagi siang malam saya memompa sampai akhirnya cukup persediaan 3 bulan ke depan, ya walau harus di campur dengan formula dengan perbandingan 80/20 (kalau saya tidak salah ingat)." "Anak saya sekarang kelas 3, dan setiap dia berulang tahun, saya masih bersyukur dikasih umur panjang."

Semua ibu punya kondisinya masing-masing untuk masalah menyusui, masing-masing dari kami memiliki pengalaman yang berbeda tentang menyusui, tidak bisa disamakan, tidak bisa dipaksa untuk sama.

Bagi saya, pengalaman menyusui sampai 1 tahun adalah pengalaman yang mendewasakan. Karena butuh waktu, tenaga, pikiran dan semangat untuk melaluinya. Asi saya tidak melimpah, hanya cukup. Tetapi perjuangan menyelesaikan satu tahun full asi itu yang menumbuhkan kepercayaan diri, bahwa saya bisa. Pengalaman menyusui MJ sebelumnya yang hanya bisa 4 bulan full asi membuat saya sangat tertantang untuk meneruskan perjuangan asi ke Leica. Bagaimana saat itu saya harus menjaga makan saya, tidak boleh makan dan minum aneh-aneh karena memang sangat mempengaruhi pencernaan Leica, di minta untuk diet ketat hanya makan daging dan sayuran sewaktu Leica di indikasikan terkena alergy, di 'sinisi' dokter untuk memakan makanan yang sehat saja jangan ini itu "Gimana anaknya gak pupnya keras, ibunya blabla." Saat sedang sakit dan tidak enak badan, asi saya semakin berkurang dan hampir putus asa untuk langsung campur formula saja, namun kembali ngotot dan bersyukur karena masih di berikan produksi asi yang cukup membuat saya semangat lagi.

Dan setelah Leica satu tahun, walau saya masih tetap memompa (karena masih berproduksi) saya mencukupkan diri untuk menambahkan formula ke Leica. Jadi bukan biar keren, bukan biar dapat sertifikat S3, Profesor dan lain-lain, bukan jadi merasa diri hebat dari lainnya, atau diri kurang karena yang lain S3 dan blablabla. Tapi karena itu pilihan saya yang merupakan pilihan yang terbaik untuk anak saya. Tidak bisa dibandingkan, tidak bisa disamakan. Karena kembali ke cerita ibu tadi, bersyukurlah masih bisa menjadi ibu yang sehat dan bahagia untuk anak-anak kita.

Amin. :)

1st Birthday Party


Dari awal saya dan suami sudah merencanakan merayakan ulang tahun Leica tidak di rumah karena ingin santai dan tidak mau ribet, datang ke tempat acara lalu pulang dan tidak repot bersih-bersih. :P. Jadilah kami memutuskan merayakannya di tempat yang sangat dekat dengan rumah, tidak sampai 10 menit perjalanan kami ke sana. 

Waktu ulang tahun MJ yang pertama kami mengundang semua tetangga dan beberapa saudara kami, dan untuk Leica kali ini kami mengundang beberapa saudara dan anak teman-teman saya dan papanya yang kebetulan usianya tidak jauh dari Leica.

Dua jam yang sangat singkat dan padat. Pencapaian tidak ribet pas di hari H tercapai, hanya saya saja yang ribet buat design banner dan set up dekorasi meja ulang tahun (ini karena saya maunya banyak..:) . Tapi saya sangat bersyukur saya membuatnya karena saat hari H melihat anak-anak yang datang maju ke depan mengambil cemil-cemilannya membuat hati senang. Mereka polos-polos banget, bolak balik ambil cemilannya dan mereka senang sekali. Untung saya punya spare lebih, jadi sampai acara selesai saya refill terus sehingga selain mereka senang, meja jadi tidak kosong. :P

Yang paling penting dari semua acara ini adalah melihat Leica happy. Ya, dia senang sekali, dia senang banyak orang yang datang, dia sampai lompat lompat melihat semua orang yang datang dan mendengar musik. It's worth everything.

Saya ingin mensharekan beberapa pengalaman saya yang mungkin bisa bermanfaat untuk semua yang ingin merayakan ulang tahun di luar rumah (atau lebih tepatnya di fast food restaurant yang saya pilih).


1. Booking tempat
Kalau sudah pasti akan tempat perayaan ulang tahun, alangkah baiknya segera di reservasi jauh- jauh hari, kalau bisa maksimal 2 minggu sebelum hari H, apalagi kalau yang diharapkan tanggalnya jatuh pada weekend. Saya saja yang membooking tempat dari 2 minggu sebelumnya hanya tinggal sisa satu slot saja. Di McD, perayaan ulang tahun berlangsung selama 2 jam, dan slot waktunya ada di pukul 10 pagi, 1 siang, dan 4 sore. Beruntungnya Leica masih bisa merayakan di tanggal yang sama pada pukul 4 sore. 

Tempat yang saya pilih adalah McDonald dekat rumah, selain jarak yang menguntungkan, McD yang saya pilih adalah salah satu McD yang sangat luas tempatnya untuk perayaan ulang tahun, lebih nyamannya lagi, sudah disediakan bangku bangku kosong khusus untuk orang tua supaya mereka bisa ikut berpartisipasi di acara, bukan seperti McD lain yang saya datangi, orang tua tersebar di bangku-bangku tempat makan biasa, atau bahkan berdiri karena sudah tidak dapat bangku kosong saat sampai ke acara.

2. Tamu
Di McD minimal tamu yang diundang adalah 20 anak dan maksmial 80. Kalaupun masih mau berubah dan ingin ditambah masih bisa dilakukan penambahan dengan konfirmasi sebelum hari H.

3. Konfirmasi
Bicara tentang konfirmasi, jangan sampai lupa untuk selalu konfirmasi keinginan atau perubahan ke PIC dari pihak mereka. Saya berhubungan dengan 3 orang yg berbeda (berubah-ubah) dan karena saya tidak mau terlalu mudah percaya, maka saya selalu konfirmasi ke mereka lewat telfon atau datang langsung. Karena setiap pergantian orang ada saja informasi yang miss, sampai hari H tamu saya belum di rubah jumlahnya, tapi karena saya datang setengah jam sebelum waktu acara, mereka masih bisa mempersiapkan sisa kekuranganya.

4. Paket
Ada dua paket yang ditawarkan di Mcd yaitu, Silver dan Gold dan beberapa menu makanan yang bisa kita pilih untuk bingkisan anak-anak. Souvenir yang di tawarkan adalah tempat makan, bedanya hanya kalau paket Gold lebih sturdy bahannya dibandingkan Silver. Saya memilih paket silver dengan menu panas 1 @38.500 (nasi, 1 ayam dan teh kotak).

Di sana ada pilihan juga jika ingin tambah menu untuk orang dewasa (orang tua) yang datang, tapi saya dikasih ide yang lumayan menghemat budget banget yaitu memesan sendiri di luar paket ulang tahun, yang kalau memesan bersamaan dengan anak akan kena sekitar @28.00 dengan pajak. Saya lebih memilih memesan paket @18.500 (1 nasi, 1 ayam, dan aqua kecil) dengan minimum pembelian 50. Untuk pembelian paket ini lebih baik di pesan lewat telfon dan jangan ditanya bersamaan saat reservasi ulang tahun (karena tentu saja tidak bisa, mereka sudah punya paket sendiri). Saya order lewat telfon sehari sebelumnya untuk diambil siangnya sebelum waktu perayaan sehingga bisa dimasukkan ke goodie bag bersama dengan snack-snac- kekil yang sudah saya buat untuk tambahan isi goodiebag.

5. Goodiebag
Selain bingkisan dan makanan yang disediakan pihak McD untuk anak anak yang datang, saya juga menambahkan satu bungkus bingkisan snack-snack kecil untuk mereka dan satu menu makanan yang sudah saya pesan sebelumnya untuk orang tua yang datang. Untuk isi snack, dengan budget @20.000 sudah lumayan banyak isinya. Rekomendasi tempat pembelian snack yang pasti di warung - warung grosiran atau di swalayan Hari Hari yang harganya sama dengan harga grosiran.

6. Kue Ulang Tahun
Kue Ulang tahun Leica di pesan dari rekanan McD, pilihannya banyak dan rasanya lumayan enak kok dan harganya juga standar dengan kue ulang tahun di luar. Sayangnya kalau tidak memesan di rekanan mereka, kue ulang tahunnya hanya berupa dekorasi alias tidak bisa di potong dan dibagi-bagikan ke tamu tamu yang datang, aneh ya tapi itu regulasinya.

7. Dekorasi
Saat saya datang untuk konfirmasi pembelian kue ulang tahun, karena harus di bayar langsung, kebetulan saat itu ada yang sedang merayakan ulang tahun. Saya agak sedikit kaget, karena dekorasinya sangat sepi, ada beberapa bagian dinding yang terlihat kosong dan meja kue yang agak besar, sehingga meja kue ulang tahun terlihat sepi. Ya mungkin untuk beberapa orang itu sudah bagus, tapi karena saya sangat visual saya langsung panik dan seminggu sebelum hari H langsung merancang dekorasi dinding dan meja kue ulang tahun. Bagian mendekor inilah yang membuat saya tetap ribet sendiri. :P

Saya membuat banner untuk menutupi dinding yang kosong, dengan mengambil free vector untuk background ulang tahun, dan membeli beberapa balon lucu dari Tokopedia; saya membeli balon bintang dan balon putih transparan. Saran untuk pembelian balon atau perlengkapan dekorasi, lebih baik mencari satu toko yang sama sehingga bisa menghemat ongkos delivery. Untuk print banner yang ukuranya sekitar 2 meter saya kerjakan di dekat rumah saya, langsung jadi dan dengan harga yang cukup terjangkau, Rp.50.000.


8. Dokumentasi
Dokumentasi penting sekali untuk diingat, harus ada orang yang benar-benar in charge untuk mengambil dokumentasi supaya setiap moment tidak terlewatkan. Acara ulang tahun Leica saya meminta kaka saya untuk mengambil foto dan senangnya lagi ada teman saya yang juga seorang photografer mengambil foto-foto kami. Jadi ulang tahun Leica punya banyak foto-foto yang didokumentasikan.

9. Hari H
Saya datang di tempat setengah jam sebelum waktunya, yaitu pukul 15.30, masih sempat dekorasi meja ulang tahun, menempel banner di dinding, dan mengatur ulang dekorasi yang telah mereka buat. Acara memang di prediksikan setengah jam setelah jam 4 sambil menunggu tamu tamu yang belum datang. MC memulai pukul 4.30 dan selesai kurang lebih bukul 5.30, jadi ada waktu setengah jam lebih untuk foto-foto dan bersosialisasi dengan tamu tamu undangan. Saya juga sengaja membuat dress code putih bagi tamu yang hadir karena tempat perayaanya sendiri sudah sangat penuh dengan warna.

10. Budgeting
Pengeluaran Leica di bandingkan dengan abangnya MJ, 3 tahun yang lalu hanya selisih sekitar 1 juta yang menurut saya sangat hemat. Jika memang ingin di rayakan di McD yang paling penting bisa menutup paket untuk anak-anaknya. Sisanya bisa dikondisikan dan dibuat sekreatif mungkin. Banyak yang bisa di minimalisir jika memang ada persiapan dan tidak terburu-buru.

Semoga sharing saya bisa bermanfaat buat teman-teman yang membaca, dari semua poin yang di atas, dalam perayaan apapun, yang paling utama kita harus happy dan fun, jangan karena persiapan ini itu, saat hari Hnya tiba kita jadi capek, tidak semangat, berantem, dll.. :)

See you!




This too Shall Pass

Days before my labor, I was very insecure. The feeling arose not because of the delivery that would be due soon, but for the intimate time that my son and I have would end up soon. I was so sorry for my son for the change that he would face, might changed him too. I read many articles about it and asked for an advice from best friend, and they all came up with one single conclusion, This too Shall Pass. I was like, Really? That's it? no formula, no explanation, no guide book? I was like, hmmm okay.

In the first month, I was living in a roller coaster situation, I just want to cut my body in two, that's how bad the situation was since I just wanted to give my whole self  to both of my children. The times where I have to take my son to bath and the baby girl was crying for milk, and when I have to change diapers and my son just want to play puzzle only with me. I cried a lot and sometimes when i couldn't handle it anymore, unintentionally I transferred that negative energy to my son. :( :( :(

It took me a month and a half to really understand the situation. It's not just my son that I should take care of, but also me, myself. I need to adapt myself for the change itself. I just put too much focus on MJ, how he should be nice to his baby, and so on and so on, but when I realise that the key was in me, made it become easier for me to handle the situation.

If I could give some advice to the other moms, who especially have an active son like mine that use to get full of my attention, I would say...

YOU NEED HELP
Yes, you need help for the first week or even the first month. I know that we want to be full to both of the kids, but in some cases you can't. You couldn't breastfeeding while your first kid want to play with you right? how can you handle that? You need someone or something to distract him, putting him on a gadget is easy way but not so recommended. You can turn on the Disney Jr or ask him to play with other kids, just distract him. If you don't have a helper, you should think creatively about that, I sometimes, let my son to mess up the house.

YOUR FIRST KID WILL DRAWN YOUR EMOTION BADLY
This is a swift situation where they would be no longer the only one who got all eyes. They will do anything to get your attention, even when they have to slap their little baby, as all they know that the baby is your focus now. Even when you already told him so many times about the good things of becoming a brother or taking care of the baby, still he doesn't understand. It's merely because he doesn't want to. I realized that my son is just a kid, who might be smart but not mature enough to understand the change. Never make your first child as the bad guy here, as they are absolutely not.

YOU and YOU
You need to embrace the situation, where :
1. Your first child will ignore you some of the times (as he/she felt the same way too)
2. You will no longer able to be there around her/him fully.
3. You are also in the adaption mode, embrace the chaotic feeling.
4. You couldn't cut yourself into two for both of the children. :P
5. You will cry a lot and that's okay. Breath in breathe out. #hugs

I hope this post will help mommies out there who have the same struggle like mine. Though it won't lift up your heavy situation for now, but at least will give you an enlightenment that you are not alone.

I know, In the end this too shall pass right mommies?! But make sure that you pass it for granted, alright. Cheers to the moms out there who are giving their self, their best for their children. #MOMMAHOOD


Kehamilan Kedua


Bersyukur sekali di kasih kesehatan dan kelancaran sebelum akhirnya cuti lahiran sebelum due datenya. Berbeda dengan kehamilan sebelumnya, kali ini saya merasakan eneg di awal-awal semester pertama sehingga saya jadi malas makan dan berat badan saya cenderung turun. Banyak yang tidak sadar kalau saya sedang hamil karena berat badan yang tidak naik secara signifikan; namun barulah di bulan ke 6 dan kebetulan setelah liburan berat badan saya naik sampai 6 kg dalam waktu seminggu dan orang-orang akhirnya sadar kalau saya sedang hamil. :)

Selain itu di hamil kedua ini saya memilih untuk lebih santai dan tidak khawatir yang berlebihan, karena memang selain fokus saya dalam mengurus MJ yang juga menyita kekhwatiran saya, saya juga dapat saran untuk lebih santai dan tenang dari sahabat saya karena memang itu yang dibutuhkan seorang Ibu. Jadilah saya lebih tough dan tidak cranky, karena ya memang tidak ada pilihan lain selain menjadi kuat kan?

Di kehamilan kedua ini juga saya dan Papa MJ sudah mempersiapkan sedikit demi sedikit mental MJ untuk menjadi seorang abang; dari pandangan kita nanti terhadap MJ sampai attachment yang saya buat agar MJ merasakan kehadiran adiknya.

MJ will be a Big Brother but...
Saya dan Papa MJ sepakat walau MJ sudah semakin pintar dan semakin mengerti kehadiran adiknya dia tetap masih anak-anak. Dalam arti, berusaha sebaik mungkin untuk tidak menuntut or memaksa MJ untuk mengerti segalanya. Tidak membiasakan frase yang terus menerus didengungkan di kuping MJ, seperti "MJ kan mau jadi abang, gak boleh cengeng" ,"MJ kasian dong mamanya kan ada adiknya." , "MJ kok gitu sama adiknya, cium dong perut mamanya." , dll. Saya suka mengganti frase saya seperti "MJ, jangan lari-lari dong kalau makan, kan mamah udah endut, udah gede, susah geraknya." Bahkan saat nanti kalau adiknya sudah lahir, kami sudah memikirkan bagaimana cara untuk memperhatikan MJ dan mengajak dia untuk sama-sama involve merawat adiknya. Karena kami yakin in the end he will love his sister naturally. 

MJ with the Baby
Attachment yang saya sebutkan tadi antara lain memperkenalkan MJ dengan adik bayi sejak dalam kandungan. Dari awal kehamilan saya, saya sudah bilang ke MJ kalau di perut saya ada adiknya MJ, karena sebelumnya dia sudah punya konsep itu dari tantenya yang sudah melahirkan anaknya. Jadi menjadi abang dan mengalami berkurangnya perhatian yang terbelah dari opung-opungnya sudah pernah dirasakan MJ sebelumnya. Selain itu saya suka minta dia untuk mencium adiknya setelah pulang kerja atau sebelum tidur, pun kalau dia tidak mau saya tidak akan memaksakan dia. MJ juga sering ajak komunikasi adiknya, "Dede lagi pain?" "Lagi gelak-gelak ma." apalagi saat adik bayinya sudah aktif gerak-gerak di perut saya, dia jadi semakin merasakan kehadiran adiknya. Mencoba membacakan buku-buku bayi ke MJ dan buku-buku anak tentang kemandirian juga salah satu cara, tapi ya memang MJ tidak terlalu tertarik dengan buku-buku tersebut dibandingkan buku lainnya, namanya juga pengenalan tidak perlu harus mendalam kan. 

Persiapan Kelahiran
Walau berbeda gender, saya memutuskan memakai kembali semua barang-barang bayi MJ, karena memang kebanyakan baju-baju MJ warnanya netral dan juga masih bagus-bagus karena selain jarang di pakai saya juga sudah menyimpanya dengan rapih di satu box khusus. Palingan selimut saja yang saya beli berwarna pink, karena selimut bayi MJ masih di pakai sampai sekarang dan dia tidak mau lepas dari selimut itu. Gendongan, botol-botol asi, stroller, tempat tidur bayi dan peralatan lainnya masih ada jadi tinggal merapihkan saja.

Untuk persiapan mental, selain saya berusaha untuk lebih santai dan tenang saya juga tetap ikut senam hamil, biar bugar dan diingatkan kembali cara mengejan dan bernafas yang baik. Selain itu selama saya cuti saya lebih banyak meluangkan waktu dengan MJ dengan banyak mengajaknya berjalan-jalan keluar dan bermain bersama.

Sudah tidak sabar ketemu dede LA, doakan ya semoga semuanya lancar. ya Amin



Bye-Bye Diapers

I am very proud of my son, MJ (2.4 yo). It's been a week since he no longer use diapers at nights. Yesterday was also a success as it was the first time we went out without diapers, on the way home as he couldn't resist his pee anymore, he said aloud to me "Ma, mau pipis", so we stopped by and let him pee. So yah, my intention to make him leaving the diapers soon is not only about for teaching him being aware of his own feeling and cutting the expense (for sure) , but also teaching him independency as he soon will be a big brother. His self-reliance will help me a lot in taking care of his little baby.

So, what did I do?

1. Give Him Suggestion
It was actually for me a long process; every time he wet his pants I always make him sure not to and tell him to pee in the bathroom, and tell him the reason why not to.

I made conversation like this :
Me : "Yah babang ngompol lagi, kan basah kan tempat tidurnya, nanti babang tidur di mana. Kalau mau pipis di mana? di kamar  man.."
He answered "di."
I also like to change my statements,  let him to think. This happened I think before he can speak clearly. I kindda like giving him suggestions. 

2. Parents' Guts and Trust
It's always in parents side whether to choose when will he leave the diapers. Parents have to bid their luck to start doing it and also giving trust to their kid. 

3. Parent's Determination
It also needs a hard work at the beginning, since my husband and I have to wake up twice at night to make him go to the bathroom. I divided the work; husband will do the job at around 1 am in the morning as he likes to sleep very late and me  4 am, as it is my wake up time and when he wakes up my husband will take him to the bathroom again. Looking at my son's in his sleepy face doing pee is so precious.. I laugh my self out of it. 

4. A Teamwork
My husband and I are good, but as we still live with our parents, we need a full team work. Before we decided to leave the diapers, I have this habit that every time MJ with me I will not let him use diapers. I also make my self get use to it and let me aware to take MJ as often as I can to go to the bathroom, usually every 4 hours or after he drinks. So I show my parents that MJ is learning to leave the diapers. Even when he still burst and then parents will say "Udah kasih aja pakai pampers." I like to say back "Mah pak dulu aja waktu kami kecil gak pakai pampers kok." I know that they just worried and they're getting use with the practicality of the diapers. 

I think that's all the works that I and my husband  have tried to help my son, MJ, say Bye-Bye to Diapers. I hope this post can help mommy out there to do the same thing. See you in the next post. :D





MJ dan Sapih

Tanpa ada persiapan apa-apa dengan membaca artikel ini itu atau tanya ibu sana sini, sudah dua minggu ini MJ tidak menyusui. Awalnya, walau MJ sudah minum susu formula, saya tetap kekeh akan menyusui MJ sampai umur 2 tahun. Tapi kenyataan berkata lain. MJ yang sekarang sudah memasuki usia 15 bulan dengan gigi geraham dan gigi taring yang sudah muncul, tiba-tiba memulai kembali kebiasaan menggigitnya saat menyusui. Saya mencoba dua hari untuk tetap menyusui MJ walau dengan keadaan putting yang luka dan berdarah. Tetapi saya tersadar bahwa keadaanya sudah tidak bisa lagi seperti ini dan saya rasa saatnya MJ siap di sapih.

Minggu pertama MJ tidak menyusui sangat membuat dia tidak nyaman dan MJ menjadi sangat sangat sangat cranky di tengah malam. Saat MJ kehilangan kenyamananya dan dia belum bisa mengontrol perasaan tersebutlah yang membuat MJ menjadi sangat cengeng dan cepat marah. Di minggu pertama tersebut, pola tidur MJ berubah total, yang tadinya dia paling lambat tidur jam 10 malam namun sekarang dia bisa tidur jam 2 pagi. Bahkan saat dia terbangun di tengah malam dan tidak mendapatkan kenyamanan itu, dia bisa satu jam menangis dan tidak bisa tidur. Kegiatan itu berjalan kurang lebih hampir 2 minggu. Setiap MJ ingin menyusui dengan menangis dan menarik narik baju saya ataupun memasukan tanganya, saya memiliki trik sendiri yaitu saya akan meringis kesakitan sambil bilang : " huhuhu, MJ sakitt, MJ gigit mama", MJ sangat khawatir dan dia langsung mengerti, walau dia terus mencoba lagi tetapi saya tetap melakukanya lagi. Trik itu berhasil buat saya dan MJ.

Menurut saya, dalam hal persapihan ini adalah yang perlu ditanyakan bukan anaknya yang sudah siap, tetapi Apakah Ibunya sudah siap? Siap konsisten, siap tega, siap gak nangis, siap ngatur emosi. Untuk pengalaman saya yang tiba-tiba menyapih, saya memutuskan untuk konsisten akan keputusan saya, walau saya mendengar dia menangis keras saya namun harus tega, walau sayanya sedih ngeliat MJ nangis tersedu-sedu. Karena saya yakin kalau saya tidak konsisten, MJ bisa ngerasain itu dan dia akan pintar merajuk terus menerus  dan itu semua hanya menunda proses saja. 

Sekarang MJ sudah mulai bisa tidur sendiri tanpa harus menangis keras. Saya dan suami juga sudah mulai mendapatkan kembali jam tidur yang sedikit lebih baik, karena kami harus sama-sama terjaga saat MJ menangis.

Sedikit kisah tentang MJ dan sapih, semoga bisa membantu ibu-ibu lain yang sudah siap menyapih anaknya. Selamat malam. ^0^

MJ’s 1st BIRTDAY PARTY

Seneng banget akhirnya ulang tahun pertamanya MJ berjalan dengan sukses. Walau capenya bukan main tapi atmosfir kebahagiaan itu masih bisa diinget. Semuanya seneng, apalagi temen2nya MJ.

Persiapan ulang tahun MJ dimulai dari awal Juli. Saat sudah yakin ingin dirayakan, saya akhirnya mulai googling ide-ide untuk pesta ulang tahun pertama anak. Dari baca tips, hal apa saja yang diperlukan sampai ide dekorasi di Pinterest. Yang terakhir itu yang bikin saya tuh mupengnya bukan main, lucu-lucu banget idenya.

Dari baca beberapa artikel, dibawah ini adalah hal-hal yang harus ditentukan untuk pesta ulang tahun.
Awalnya saya sudah menulis semua deskripsi untuk ulang tahun MJ sesuai dengan poin-poin yang diatas. Sudah melalui proses brainstorming semuanya, tiba-tiba papahnya MJ banyak yang tidak setuju. Papahnya bilang saya harus bisa menyesuaikan dengan keadaan dilingkungan sekitar. Intinya sih di minta yang lebih logis. Biasalah yah, ibu-ibu yang mempersiapkan, ujung-ujungnya si bapak yang memberikan acc. ^^

Semuanya harus bermula dengan budget! Mau budget berapa saja sebenarnya pesta ulang tahun bisa saja dibuat, sesuai dengan budget intinya. Budget pesta ulang tahun MJ kurang lebih sekitar 3jt.

Hal kedua yang harus diperhatikan yaitu siapa tamu yang akan diundang. Karena kebetulan tetangga MJ banyak banget, hampir 70% undangannya yaitu tetangga. Jadinya pesta dibuat sesuai dengan standar lingkungan disini (Nasi kuning itu wajib, red). 

Dan yang ketiga adalah jumlah tamu undangan harus sesuai dengan konsumsi dan goodie bagsnya. Jangan sampai ada yang kurang, menurut saya itu sih inti setiap pesta perayaan. Karena ulang tahun Mj bertepatan dengan hari puasa, maka konsumsi seperti kue dan nasi kuning sudah kami bungkus untuk di bawa pulang.

Akhirnya setelah brainstorming ulang, hanya point 1,3,4,7, dan 13 yang jadi point utama untuk diperhatikan.

Venue
Tempat buat anak ulang tahun pertama, sebisa mungkin dibuat di tempat yang nyaman buat si anak, tidak berisik, dan tidak sempit juga. Kalo ultah MJ dari awal memang sudah direncanakan di halaman rumah Opungnya. Selain cukup luas, ya MJ pastinya sudah tidak asing lagi sama tempatnya.


Invitation
Kalo untuk undangan saya buat sendiri, sebenarnya sih gk buat sendiri, tapi googling template gratisan di sini . Tinggal pilih aja yang di suka, trus lalu tambahkan foto MJ dan kasih keterangannya. Undanganya selain saya sebar lewat media sosial, saya juga cetak untuk para tetangga  di kertas HVS dan belakangnya di tempel concord warna kuning. Kebetulan lebih murah dan hemat dibandingkan kertas foto. 

Décor
Kalau mau segudang ide buka saja Pinterest dan tulis yang mau dicari. Banyak banget referensi yang lucu-lucu, tapi kita harus fokus sama yang mau dicari kalo tidak nanti kaya saya kebanyakan ide sampai bingung. Karena harus sesuain dengan budget, ya dekorasi MJ juga sesuai budget. ^^ Ada backdrop, balon, bendera warna warni, hiasan tulisan selamat ulang tahun yang beli dan DIY. Backdrop saya buat sendiri di photoshop, saya pilih foto MJ yang lucu dan beresolusi besar dan hias2-hias sesuai dengan tema ulang tahun. Banyak vektor-vektor gratisan yang bisa di download, tinggal googling aja. Saya banyak download vektor di sini  dan untuk balon-balon saya beli di Asemka, Pasar Pagi, kalau balon huruf belinya di pasar Mayestik, di gedung barunya di lantai paling bawah.

Cake
Kebetulan MJ tiup lilin dua kali, saat di tanggal 7  dan di tanggal 11nya. Untuk kue ulang tahun kita beli di Dominocake. Kue blackforestnya enak, tapi untuk kue yang berkarakter khusus untuk hari perayaan ultahnya agak kurang. Padahal harganya lumayan, apa mungkin mahal di dekorasi kuenya rasanya jadi kurang diperhatikan. Untuk pemesanan kue ulang tahun  sekitar satu minggu pengerjaanya.

Goodie bags
Untuk  goodie bags, saya di bantu Papanya sama Tuanya. Karena hemat itu sama dengan repot, jadilah kita pergi ke tempat yang super hemat dan repot itu. Dua minggu sebelum hari H, kita pergi ke Asemka. Karena sudah bikin budget jadinya semuanya aman terkendali, kalo tidak bisa over budget. Untuk goodie bags saya menganggarkan per bags itu 25rb dan sudah di list juga isinya  apa saja. Selain itu saya juga pergi ke Superindo untuk belanja snacks lainya. Di Superindo harganya lebih hemat dibandingkan dengan swalayan lainnya.

Perayaan ulang tahun MJ memang bertepatan saat puasa, jadinya acaranya lumayan singkat sekitar satu jam, karena tidak ada waktu untuk makan-makan. Karena tamunya juga adalah anak-anak dari umur 1 tahun sampai 11 tahun, peran MC sangat besar di sini. MC perayaan ulang tahun MJ adalah ontynya sendiri yang kebetulan sangat suka anak kecil dan memang orangnya ramai. Karena dia kreatif juga, dia dengan mudahnya mengulur waktu supaya tidak terlalu cepat acaranya selesai. Banyak sekali teman-temanya MJ yang antusias maju ke depan untuk nyanyi bersama. Onty Mj soalnya memberikan iming-iming menyenangkan ke mereka. “Hayoo siapa yang mau nyany ke depan dapet Goodiebagsnya duluan lohhh.”

Setelah acara selesai pukul 5 sore, acara sesi kedua berlanjut, yaitu makan bersama tamu dan keluarga. MJ senang sekali, dia senyum terus, sampai dia kecapean tidur sendiri di gendongan papahnya selama satu jam. Hari itu MJ baru bisa bobo jam 10 malam saat semua tamu dan keluarga sudah pulang.


Saya dan Papanya MJ sangat bersyukur karena acara ulang tahun MJ bisa berjalan dengan lancar. Terima kasih buat teman-teman MJ yang sudah bisa hadir dan memeriahkan ulang tahunya MJ yang pertama, untuk Opungnya, Tuanya, Ontynya, Bounya, Amang Borunya, Kakanya dan Abangnya, dan yang terlebih atas semua doanya. 



10 FAKTA MENYUSUI

Dibuang sayang. Sebenarnya ini adalah postingan yang udah lama banget ada di draft blog saya, karena belum sampai 10 fakta ya sayang bgt kalo gak dilanjutin. Ini adalah fakta-fakta dari pengalaman saya dan observasi langsung di lapangan mengenai ibu menyusui. Semoga bisa membantu ibu-ibu baru yang sedang dalam proses ini dan jika ada yang mau menambahkan boleh tinggalkan komentarnya yah. 
  1. Untuk ibu dengan pengalaman anak pertama yang ingin memberikan asi eksklusif kepada bayi mereka, program laktasi yang diadakan di beberapa rumah sakit sangat penting manfaatnya, tidak hanya kita bisa dari awal melek ilmu pengetahuan tentang menyusui,tetapi memiliki teman-teman seperjuangan di program tersebut sangat menumbuhkan semangat juang (bagi beberapa ibu, menyusui adalah perjuangan di medan peperangan).
  2. Membaca  beberapa artikel tentang menyusui, mengikuti akun tentang ibu dan bayi dan gabung di grup jejaring sosial sangat membantu ibu untuk meningkatkan pengetahuan dan rasa percaya diri karena sudah memiliki pemahaman tentang seluk beluk menyusui.
  3. Membandingkan diri anda dengan ibu lain,atau lebih buruk mendengarkan suara sumbang dari sekeliling anda sendiri akan menimbulkan stress. Sensitivitas tinggi yg dihasilkan oleh ibu yg baru melahirkan  menyebabkan produksi asi terhambat.
  4. Ukuran payudara, puting dan ukuran tubuh tidak serta merta menjamin banyak sedikitnya produksi asi ibu.
  5. Semakin sering asi anda di butuhkan bayi, asi terpaksa menghasilkan lebih lagi. Ibu dapat menyusui bayi dua jam sekali atau jika tidak memompa/ memerasnya.
  6. Kebanyakan ibu di era lalu bahkan tidak mengetahui manfaat penting yg diberikan asi terhadap bayi mereka, yg mereka tahu hanya praktis dan ekonomis. 
  7. Minum air yg banyak,makan sayur bening dua mangkok sehari,minum susu,minum vitamin menyusui membantu menghasilkan produksi asi.
  8. Pikiran positif, perasaan bahagia, dan makan yg banyak dilansir alasan utama produksi asi melimpah, namun maksud dari pikiran positif itu sendiri adalah sabar dalam menjalani proses menyusui.
  9. Menyusui adalah aktivitas yang melelahkan pada awalnya namun setelahnya merupakan aktifitas yg addictive, ada sesuatu yg dirindukan ibu, jika bayinya tidur terlalu pulas.
  10. Kekuatan pikiran berperan sangat besar untuk ibu menyusui, setiap pikiran yg ibu pikirkan berulang-ulang akan secara ajaib terjadi, baik itu pikiran positif dan negatif.
Aktivitas menyenangkan bersama anakku, MJ. 


Lullaby... uploaded to ig: mshunz cc: Henry 'Jentidz' Siagian Meta Gultom Siska Daulika Gultom
Posted by Hanny Gultom on Sunday, July 27, 2014

MARSHALL

Perkembangan si MJ semakin hari semakin menggemaskan..  Apalagi di bulan ke 10 ini, dia udah start showing his crankiness.. kalo bosen, nangis, kalo gerah, nangis, kalo ada yang dia mau tapi gak di kasih, nangis apalagi.. hehe.. Awalnya sih sempet agak panik gitu, yang biasanya si MJ gak pernah sama sekali rewel even saat dia kena campak dan tumbuh gigi pertamanya, sekarang all of the sudden dia jadi gampang kesel, suka marah dan nangis.. 

Karena suka tanya sana sini dan googling informasi yang berhubungan dengan perkembangan bayi, ya paniknya jadi hilang deh. He is just okay, that's just the sign that my baby is getting bigger and smarter.. 

Tingkahnya MJ unik-unik banget.. dari suka manjatin lemari pakaianya (mungkin karena waktu hamil suka nonton kera sakti, red), yang serius banget nontonin iklan tv, suka banget merhatiin semut kecil di lantai, sehelai rambut bahkan kotoran dikit aja udah pasti dia sentuh-sentuh, belum lagi kalau dia liat cahaya, matanya langsung belo sebelo belonya belo (okay saya lebay)..

Kemarin juga tiba-tiba ditangannya udah ada donat, dan pas dia gigit itu donat, dia meringis sendiri, mungkin karena dia belum pernah ngerasain manis yang manis banget itu. Gerakan tanganya cepet banget, padahal itu donat masih ada di dalam kotaknya dan disekitarnya juga ada suami, ade, dan mertua yang lagi enak ngobrol.. (mungkin ini juga masih karena efek keranjingan nonton kera sakti, red).

Sebenarnya masih banyak banget tingkahnya si MJ yang udah nunjukin interaksi dia sama orang lain.. seneng pokoknya bukan kepalang menjalar-jalar selalu kian kemari, umpan yang lezat itulah yang dicari, ini dianya yang terbelakang... 

#mama MJ signing off!


A letter to my son,

Dear little son,

You are loved,
everynight mommy and daddy races to cuddle you,
left cheek mommy's lips, right cheek daddy's lips,
a simple love..

You are loveable,
your smile always brights up the room,
you have that cute smile and charm,
I hope you are tough enough to face the world,
so that your cute little smile will always be there,
even in the darkest hours

I just want you to tell you that mommy and daddy see you,
opung see you, tua see you, onty see you,
and
LOVE you..
I hope that our love,
will save you one day in your future..

I don't know what this superb technology era will be in your time,
I hope mommy and daddy can give you so much
things
that can shape your character, personality..

to be honest,
to respect other people (older people especially)
to be nice to all people (without being picky
as you might need them one day)
to have a big heart,
and
most importantly,
to believe in yourself and
have faith in God.

Love,
-Mom&Dad-


Lose The Battle, Yet Win The War..

It was a never ending battle of my husband and I among others . The breastfeeding issue was a hits during my son’s two months birth.

Our little son’s birth condition was the first battle we had. His staying overnight for 6 days in the babies’care room demanded me to give him an exclusive breastmilk. The fact that I only had like 5 cc maximum in the first 3 days broke my heart even if the next three days I had 10 to 15 cc every pumping. How’s not, I saw right and left, other mothers had like one full bottle of breast milk, or 30 cc minimum. Though it was such devastating, I held my head up, fueled up with strong motivation, for the sake of my little baby’s health.

6th days there, our little baby was actually not allowed to go home as he was still need double light for his yelowish skin and eyes. But our parents adviced us to have little MJ having a sunbath instead at home, they just couldn’t wait to see and hug him. I thought that I finally could breath in ease but the battle was getting tougher, it was actually started there.

The intention of giving our little one an exclusive breastmilk was our plan in the first place. Husband and I had  enough knowledge and understanding about breastfeeding, we read articles, asked advices from doctors and midwives at Carolus Hospital, shared with friends, followed some paediatrician twitter acounts , joined group of mom and babies on the facebook. Those things happened to motivate us that we were not alone in this breastfeeding world. Thus we were so persistent to give our little baby an exclusive breastmilk.


But the Family’s concerns of my baby yelowish skin and eyes were went too much, making them unconciously push me to my own limit.They didn’t allow me to stock my breastmilk as preparation on my working day, every stock I had must be given to MJ at that time. Such an ironic to the fact that they were actually very supportive in helping me to have a productive breastmilk by cooking me all kinds of healthy food and drink and buying me not one but two, three, four and five  kinds and brands of breastpump but not patiently and confidently enough for the result; I still have less milk. All the efforts I made by eating and drinking food I dislike the most, papaya and its leaves, and not too mention the painful breast massage, still wasn’t enough to prove them that I meant it so bad.

The tears often dropped off, not for the physical fatigue I had in the first months but for the mental broke down made by the surroundings. Lines like “nangis terus, asinya dikit sih.”, “ihh matanya masih kuning tuh, kurang minum itu, udah kasih air putih aja.”, “kok kurus yah, gk kaya bayi lain yang gendut.”, “udah kasih susu formula aja.”, “gk perhatian banget sama anaknya.”, and the bla and the bla. The words were rolled like over and over again, it kept telling me, hypnoztizing me, and demotivating me that I’m not literally a good mother.

Despite everything had happened, to my stubborness I still decided to give my son an exclusive breastmilk. I thank God, I have my shield, my husband, the one who stood by me, defending me to those who would harm me. We were hands in hand in giving our family understanding that we tried to give the best to our little son.

Days by, to my horor I ended my maternity leave. I was given the sadness fact that I could no longer give my little son an exclusive breastmilk. A night before I went to work, husband and I bought an additional milk to our son. I knew that my 300 cc breastmilk wasn’t enough to be left to my son for 9 hours. I felt like failing, but husband kept telling me that we’ve done our best for giving our son’s his right of having my breastmilk. A week after, I still had this regret and sorry to my son until one day my best friend remind me of the miracle of Jesus changes water into wine (John 2 :1-11). That lines strengthen me,though it does not literally mean God will change the additional formula into my breastmilk, but somehow I believe God will give the best to my son.

It has been up to now, three times a day at work I pump in between my working hours and get 200 – 300 cc to be given the next day to my son. If I lucky I can get another 100 cc after work and my son will drink less additional formula in a day. Well,  I might loose the battle of not able giving him an exclusive breastmilk, but yeah I won the war for being persistent enough to give my little son his birth right to the max!

funnybut true sayings :

 HEAR HEAR, spilled 200 cc of my breastmilk!
 
BOOO.. Like crazy i still have the same weight as my pregnancy.


Wanita Panggilan (the Finale)

Diagnosa dokter itulah yang membuat saya memutuskan untuk tinggal tidak jauh dari anak saya. Setelah selesai dari ruang perawatan ibu saya harus bergabung bersama dengan kelima ibu lainya di ruang tempat penginapan ibu yang tepat berada di samping ruangan bayi-bayi kami. Selama kurang lebih tiga hari kedepan saya harus tinggal di satu ruangan sempit, gelap dan dingin.

Seperti tinggal di dunia lain,

Yang kami lakukan hanyalah tidur, mandi, makan, menyusui, makan, menyusui, makan, menyusui, mandi, dan tidur. Melihat ke kanan dan ke kiri para ibu, ditengah kosongnya waktu, mereka memilih untuk memompa asi mereka dibandingkan beristirahat agar dapat diberikan ke bayi mereka saat malam tiba.

Saya, ibu termuda dengan pengalaman anak pertama, belajar, banyak bertanya, dan mengobservasi semua tindakan mereka. Ada kalanya satu titik saya merasa beruntung berada di tempat itu, saat saya bisa belajar gratis, mempraktekan langsung dan yang paling penting saya tertular semangat mereka dalam memberikan asi kepada para bayi mereka. Bagaimana tidak, asi saya yang keluar sedikit saat bayi saya membutuhkanya lebih banyak untuk kesembuhanya, membuat saya sangat tertekan.

Seperti tinggal di dimensi lain,

Tidak ada kegiatan lain yang lebih penting selain hadir dan berada di dekat bayi kami. Kami para ibu harus siap siaga saat bayi-bayi kami membutuhkan kami. Setiap dua jam sekali mereka akan memanggil kami dengan tangisan kecil mereka. Betapa seringnya telpon berdering di ruangan itu, para suster memanggil kami para ibu yang mungkin tertidur lelah sehingga lupa waktunya untuk menyusui.

"Ibu tolong panggilkan ibu bayi brigitha, ya bu"
"Ibu tolong panggilkan ibu bayi masrhall, ya bu"

Bak wanita panggilan, kami hadir secepat kilat dengan gegas menuju ruang bayi-bayi kami memenuhi kebutuhan mereka.Tidak ada kata lelah. Tidak ada kata lelah. Tidak ada kata lelah. Semuanya kami lakukan untuk kesembuhan bayi-bayi kami. Pengorbanan yang rasanya seperti tidak berkorban apa-apa. Pengorbanan yang terasa sangat nikmat dan indah.

Peran ini tentunya akan berlanjut sampai di saat mereka bisa kami lepas dengan mandiri tanpa bantuan kami para ibu. Namun untuk sekarang, aku adalah wanita panggilan untuk anakku,
Marshall Jeremy Siagian.

 (END)




happy 3 months our lil one.. Jesus bless you like always

Wanita Panggilan #2

Here goes the real story!

Euphoria tentang kelahiran berhenti sekejap saat mengetahui bahwa bayi saya harus dibawa ke ruang perawatan bayi. Ditemani derasnya bunyi hujan saat itu menambah kecemasan saya dan suami. Seketika seorang suster datang menghampiri, berusaha mengambil kolostrum yg akan diberikan kepada bayi saya, "Mah, ini cairan penting banget buat bayi, cairan emas ini mah, bayi mamah kan gula darahnya rendah, kalau minum ini bisa naik mah." 

Apa lagi ini. Gula darah rendah. Come on please tell me completely. (berkecamuk di otak)


Saat tiba di ruang perawatan Ibu, saya dan suami saling menghibur dan menguatkan satu sama lain. Melihat bayi2 yang dijejer tiap pagi dengan suara tangisan yg terdengar seperti paduan suara itu membuat saya dan suami menghela nafas, sedih dan mengelus dada, sabar.


Tiga hari saya dan bayi berada di ruangan yg berbeda, tiga hari lamanya pula saya harus mengunjungi dia di ruang perawatan bayi yang berbeda gedung. Setiap 3x sehari selama tiga hari saya berkunjung ke sana hanya untuk bercerita dan berdoa bersama sambil berusaha keras mengantarkan kolostrum yang hanya 0.5 ml saat itu. Melihat tubuh kecilnya dipasang infus di hidung dan dimulut kecilnya dan di kakinya di pasang monitor kecil, menyayat hati saya, dan terlebih suami. Cemas dan cemas, hanya itu saja yg bisa kami rasakan, kami tidak mengerti angka2 di monitor itu, tidak mengerti pula arti tangisan yg dia keluarkan. Melihat namanya terpampang di papan tulisan Allert! bersama satu bayi lain membuat hati saya kaku. 


Saat saya berharap bayi saya bisa pulang bersamaan dengan sudah pulihnya kondisi saya setelah melahirkan, dokter anakpun mengeluarkan diagnosa medisnya. 


"Pak, bu, bayi bapak dan ibu saat lahir kondisinya kurang oksigen dan gula darahnya rendah. Kemungkinan karena lamanya saat di jalan lahir, saat berada di panggul ibu yang menyebabkan dia kekurangan oksigen dan adaptasi anak di luar rahim ibu yang mungkin jg menyebabkan kadar gula darahnya rendah, tetapi dua hal ini juga merupakan indikasi bayi terkena sepsis atau ada infeksi dalam darah, mungkin juga keracunan ketuban ibu yang sudah pecah sebelumnya. Jadi kita akan liat apakah ada infeksi atau tidak,kurang lebih 5 hari kita akan mendapatkan hasil laboratoriumnya. Bapak bisa liat di internet apa itu sepsis" 



(to be continued)