Showing posts with label FAMILY. Show all posts

Stella Sutjiadi : Ibu Pembelajar

Tidak terasa ya sudah dua bulan lebih program work from home ini berjalan  dan tidak terasa pula anak saya MJ sudah memasuki minggu ke 9 belajar dari rumah. Setiap minggu MJ akan selalu diberikan lesson plan dari sekolahnya, isinya berupa materi apa yang akan diajarkan setiap hari berikut soal soal yang harus dikerjakan. Jujur walau saya guru, tidak mudah mengajari anak sendiri. Mungkin konsep saya mengenai pendidikan bisa diterapkan, tapi kesabaran saya tidak bisa diadaptasikan.. :), karena sepertinya anak saya lebih mudah mendengarkan gurunya ketimbang saya, begitu pula mungkin beberapa anak murid saya lebih mudah mendengarkan saya ketimbang orang tua mereka.:) Oleh karena itu saya amazed banget sama ibu ibu yang sebelum pandemi ini ada pun sudah mengajari anak anaknya full di rumah, karena percayalah itu tidak mudah!
Salah satu Ibu yang saya kagumi namanya Mba Stella Sutjiadi, Ibu dari dua anak perempuan ini, Daffa (8) dan Laluna (4), menceritakan keseharian mereka dalam setiap postingan yang ada di media sosial Instagram. Dalam postingan tersebut mba Stella sering mensharingkan bagaimana Ia memfasilitasi anak anaknya belajar, dari akademis sampai non akademis, dari membaca, menulis sampai belajar musik dan seni. Kegiatan yang mereka lakukan sangatlah beragam dan terlihat kesiapan mba Stella dari segi materi yang Ia akan ajarkan ke anak anaknya. 

Setelah memberikan 5 pertanyaan ke mba Stella dan membaca penjelasan yang dia berikan, menurut saya mba Stella adalah tipe Ibu yang jujur, apa adanya dan tidak menjudge dan merasa metode or pilihan yang dia jalani benar. Dalam dunia parenting or motherhood yang "keras" ini, tidak sedikit yang merasa metode mereka lebih baik dari yang lain atau merasa paling benar dan hebat.  Saya percaya semua metode yang di adaptasikan itu mempunyai background dari keluarga masing masing yang tidak kita ketahui, begitu pula lingkungan ataupun sejarah keluarga yang terbentuk. Jadi balik lagi, membangun keluarga dan bagaimana menjalaninya adalah mutlak pilihan masing asing individu, tetapi itu semua balik ke pribadi masing masing dan seberapa besar tanggung jawab kita ke anak anak yang sudah dititipkan ke kita.

Langsung aja yuk di simak interview singkat saya bersama dengan Mba Stella Sutjiadi. Semoga bermanfaat!

1. Mba Stella, sebelum Pandemi ini mba Stella sudah menerapkan Pembelajaran Home Learning ke anak anak Mba Stella di rumah, kalau boleh tau, apa saja sih yg dibutuhkan ibu ibu untuk mempersiapkan anaknya benar benar belajar di rumah? boleh share sedikit tipsnya…

Menurut aku harus dari yg paling dasarnya dulu yaitu menyamakan persepsi ttg proses belajar itu sendiri. Bahwa belajar bukan melulu berarti pergi ke sekolah. Bahwa belajar adalah sebuah ‘proses’ bukan sebuah ‘tempat’. Karena seringkali buat mereka yg terbiasa belajar di sekolah formal terlanjur mengkotakkan bahwa ‘belajar itu di sekolah sedangkan di rumah bukan untuk belajar’. Aku tidak bilang semua ya..tp sebagian besar demikian. Tujuannya supaya mindsetnya sama dulu bahwa belajar tidak tergantung tempat jd bisa dimana saja dan kapan saja. Rumah pun tempat kita belajar. :) Lebih dalam lagi, maka ditanamkan pemahaman bahwa setiap saat itu sebenarnya adalah kesempatan kita buat belajar. Goalnya adalah sama2 meyakini bahwa belajar adalah kebutuhan diri bukan sekedar kewajiban mengejar nilai semata. Tapi kebutuhan kita buat mengembangkan diri. Kalau sudah paham pengertian dasar serta tujuannya, harapannya kemudian akan muncul semangat serta inisiatif untuk belajar itu sendiri. :)
Tentu saja semua harus disampaikan dg bahasa yg disesuaikan dg usia dan kemampuan pemahaman masing2 anak ya. :)

2.Memang seorang Ibu itu harus berkorban, dan semua pengorbanan kita tidak ada yang sia sia, apalagi saat melihat anak anak kita berkembang dan bertumbuh menjadi pribadi yang utuh. Bagaimana menurut Mba Stella “pengorbanan” seorang Ibu?

Saya memilih tidak memandang dan merasa ini sebagai sebuah ‘pengorbanan’. Bukan berarti saya bilang siapapun yg memandangnya demikian adalah salah. Ini pendapat saya pribadi mudah2an ada yg sepaham. Buat saya kata ‘pengorbanan’ berat artinya dan akan membuat saya pun merasa ‘berat menjalaninya’ apapun itu. Lagi-lagi pendapat ini sangat pribadi. Saya lebih memilih untuk memupuk kesadaran bahwa sejak awal menjadi ibu adalah pilihan saya, memiliki anak adalah keputusan yg saya buat secara sadar. Maka semua yg saya lakukan saat ini seberat apapun itu adalah bagian dari tanggung jawab saya menjalani keputusan saya tsb. :) Dan ternyata saat saya menanamkan pola pikir demikian, semuanya jd terasa lebih mengalir ringan. Rasa capek tentu ada, tapi saat sadar itu telah tumbuh, semua yg dijalani menjadi terasa wajar dan baik-baik saja. Jadi bukan tentang pengorbanan tapi tentang tanggung jawab pada keputusan yg telah saya ambil sendiri dan rasa syukur atas jawaban dari doa saya sendiri. :) Jadi tips saya : coba gali lagi apa dan kenapa sejak awal kita dan pasangan memutuskan untuk memiliki anak. :) Apa tujuan awalnya dan apa goal akhir dari membesarkan anak kita ini? :)

3. Sebagai seorang ibu yang Full time job, bagaimana mba Stella menyeimbangkan kehidupan Mba Stella, seperti apakah mba Stella punya “Me Time”? Atau bagaimana pendapat Mba Stella tentang “Me Time”nya seorang ibu.

‘Me time’ hmm..saya share sedikit pendapat dari seorang ahli parenting yg sangat saya kagumi. Saat beliau ditanya demikian, beliau jawab kira2 begini “apa sebenarnya konteks me time yg ditanyakan? Apakah kalau ada istilah ‘me time’ maka sisa wkt diluar itu artinya ‘not my time’? Siapa yg memilih memiliki rumah ini? Saya. Maka saat saya bekerja membersihkannya, itu adalah ‘me time’ saya. Siapa yg memilih memiliki anak? Saya. Maka saat saya sibuk memandikannya, menemaninya belajar, bahkan menc*b*kinya (maaf ya..) itu adalah ‘me time’ saya.” Sampai sebelum saya mendengar ucapan ini dari beliau saya masih kesulitan sendiri menyimpulkan apa me time saya. Saya masih sempat ‘mengkotak2an’ me time saya misalnya saat di pagi hari saya sendiri, atau saat saya punya wkt luang membaca buku sendirian, atau saat sesekali saya bisa pergi sendirian. Tapi...saat saya mendengar itu, saya langsung merasa, hei, Inilah konsep me time yg cocok ternyata dg hati saya. Ya. Semua itu adalah ‘me time’ saat itu adalah pilihan kita yg kita pilih secara sadar maka semua kegiatan yg berkaitan dengannya harusnya masuk dalam bagian ‘me time’ saya. :)

4. Bagaimana Mba Stella menerapkan kedisiplinan ke anak anak? 

Aku menerapkan disiplin dg dasar ‘cinta yg berpikir’ (mengutip judul buku karangan mba Ellen Kristi) :) cinta yg tidak hanya dilandaskan pada rasa sayang semata tp jg pada kesadaran menegakan nilai-nilai kebenaran untuk kebaikan. Kebenaran yg landasannya hanya 3 : hukum negara, agama dan sosial. :)

5. Bagaimana pendapat mba Stella tentang pendidikan di Indonesia? dan alasan utama mba Stella memilih home schooling? 

Kalau menilai pendidikan di Indonesia rasanya aku belum pantas memberikan penilaian disini mba. Karena aku ngga mendalami ttg pendidikan di Indonesia saat ini secara menyeluruh. Hanya tau sebatas pengalaman masa lalu aku jg suami yg aku yakin dg banyaknya pilihan sekolah saat ini pasti sudah ada/mungkin bahkan banyak perubahannya/kemajuannya.

Aku hanya bisa menjawab alasan kami memilih homeshcooling. Sebenarnya alasannya ada banyaaak sekali. Tapi semoga 5 alasan ini bisa mewakili :
  • 1. Dengan hs anak2 punya banyak keleluasaan waktu untuk mengembangkan minat dan bakat yg telah dititipkan pada mereka yg unik dan berbeda-beda.
  • 2. Karena saya dan suami sepakat bahwa sekolah formal itu bukan sebuah kewajiban dan proses belajar bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.
  • 3. Karena aku ada di rumah setiap saat sehingga aku sadar aku punya wkt cukup untuk mendampingi anak-anak belajar.
  • 4. Karena aku percaya bahwa untuk menjadi guru2 anak2 aku tidak wajib sangat pintar hanya wajib untuk mau terus belajar. :)


Bangkok day 2 (Royal Grand Palace)

THE ROYAL GRAND PALACE - Wat Po - Siam Ocean World - Madame Tussauds - Siam Square

Tempat tempat di atas adalah objek wisata yang saya jadwalkan untuk perjalanan hari ke 2 kami di Bangkok. Dari kelima tempat di atas, hanya satu tempat yang tidak jadi kami kunjungi yaitu Wat Po. Kami memutuskan untuk tidak mengunjungi Wat Po karena kami menghabiskan waktu lebih lama dari rencana sebelumnya di Royal Grand Palace dan hampir dari kami sudah kelelahan setelah berkeliling di sana. Walau Wat Po tidak jauh dari Royal Grand Palace, yang mungkin kalau di lihat di peta bertepatan di sebelahnya, namun untuk menuju ke sana kita harus berkeliling untuk masuk ke gerbang masuk Wat Po.

The Royal Grand Palace
Dengan tiket masuk sebesar 500 Baht, di sini kita akan mengelilingi satu komplek Istana Bangkok pada jamannya yang terdiri dari berbagai macam kuil-kuil khas Bangkok. Jika ingin mengetahui sejarah Bangkok yang ada di sini, Anda bisa membaca brosur yang sudah tersedia dengan gratis atau bisa menambah uang 200 Baht untuk menyewa personal audio guide dalam berbagai bahasa. Saya dan keluarga banyak menikmati pemandangan di sini dengan mengabadikan momen bersama di kuil kuil dengan arsitektur unik yang ada di sana. Karena ramainya pengunjung, disarankan untuk datang lebih pagi agar bisa santai berfoto foto. Tempat ini buka dari pukul 08.30 - 3.30 sore.
 
Jika datangnya kesiangan.. ^0^

Umumnya karena Bangkok juga adalah negara yang panasnya seperti di Jakarta juga, jangan lupa memakai topi atau payung, lotion pelindung sinar matahari dan membawa botol minum untuk pelepas dahaga. Di sana juga akan tersedia counter air isi ulang gratis, jadi tidak perlu khawatir jika kehabisan air minum di tengah tengah perjalanan Anda. 

Yang penting untuk diketahui adalah walau terik, kita tidak diizinkan untuk memakai pakaian seperti celana pendek ataupun lengan buntung untuk pria dan wanita, peraturan ini di buat untuk menjaga kesucian dan kesopanan di area tersebut. Namun jika sudah terlanjur memakai celana pendek ataupun lengan buntung, ada satu tempat khusus buat wisatawan membeli celana panjang dan baju berlengan untuk lelaki atau rok dan scarf untuk perempuan, harga masing-masingnya kira-kira sekitar 150-200 baht.

Transportasi, karena jaraknya yang lumayan jauh dari tempat kami tinggal dan juga pengalaman berkendara sebelumnya, kami menggunakan Uber berukuran van Travello/ Pregio yang muat untuk 10-12 orang dengan harga 400-500 Baht, sesuai dengan jarak tempuh yang dituju. Namun, kita tidak bisa dengan mudah turun sembarangan di areal sekitar pintu masuk the Royal Grand Palace, selain karena luasnya area screening Royal Grand Palace dari kendaraan kendaraan umum agar wisatawan bisa dengan leluasa berjalan kaki, tapi sepertinya juga karena kendaraan Uber tidak disambut hangat oleh transportasi lain.
Ada seperti pos check in di luar pintu masuk the Royal Grand Palace

Untuk postingan selanjutnya saya akan melanjutkan cerita di Bangkok day 2 untuk ketiga tempat lainnya yang kebetulan berdekatan letaknya.

Bangkok Day 1 (Itinerary Break Down)


Itinerary Day 1
Sekali lagi Itinerary yang saya buat ini, seperti tempat wisata, transportasi, dllnya yang ada di notes di atas yaitu dengan pertimbangan lokasi tempat tinggal dan kondisi keluarga yang ikut serta dalam perjalanan ini.
Untuk pembuatan Itineray ini, saya tidak pakai aplikasi khusus apapun, hanya membuat dengan menggunakan google spreadsheet saja karena tidak ribet untuk disimpannya dan sederhana penggunaanya. Hampir semua poin pada hari pertama ini sesuai, hanya ada satu yang hilang karena kendala yang nanti akan saya ceritakan. 
Saya dan sekeluarga tidak bisa ke Asiatique the Riverfont karena gap waktu yang molor lumayan panjang saat kami miss berkendara saat turun dari Airport menuju tempat tinggal kami di The Local Surasak Hostel. Kami membagi dua grup dengan alasan penghematan biaya. Grup pertama adalah 5 grup orang dewasa yang menaiki bus lalu lanjut dengan BTS dan satu lagi grup orang tua dan anak kecil yang menaiki taksi dengan sekali transportasi saja. Masing masing grup sudah punya leadernya sendiri dengan booklet itineray yang sudah kami pegang masing-masing, yaitu saya memimipin grup orang tua dan anak, dan suami saya di grup satunya. Jadi grup suami saya sampai terlebih dulu di hostel, sedangkan grup saya nyasar dengan banyak aspek sebagai penyebabnya.
Saya dan keluarga, minus adik saya yang di balik layar.
1. Kendala bahasa
Kalau mungkin grup 1 (anggap saja saya grup 2), hanya tinggal mengikuti arahan yang ada di booklet dan pun mungkin jika ada miss sedikit, bisa ada banyak informasi yang di dapatkan, misal dari informasi yang ada di papan jalan, papan bis, ataupun seperti yg diceritakan suami saya, saat dia bertanya ke orang lokal di sana yang bisa berbahasa Inggris. Jadi, mereka tidak punya kendala bahasa yang significant seperti grup saya. 
Di benak saya mungkin semua pengemudi taksi yang berani mengambil penumpang di bandara, adalah mereka yang mumpuni bahasa Inggrisnya, or at least bisalah dikit dikit seperti orang kita di Jakarta, tetapi ternyata ohhhhh tidak, kemampuan berbahasa Inggris saya di hancurkan ke level terbawah yang pernah saya jalani sewaktu mengikuti les bahasa inggris di LIA Mercu Buana (sorry I am being exaggerate saja di sini).
Misal si pengemudi menawarkan naik tol atau lewat jalan biasa saja, karena sang pengemudi tidak bisa memilih perbendaharaan kata dari jalan tol ke bahasa Inggris, dia hanya bilang "This way? or no? setop setop, (diikuti dengan body language..) then said again "setop setop, ya?" It took me like almost 10 minutes to really grasp the meaning of this important word that he really stressed it over and over and over again.. setop setop.
Actually what he meant was that "Would you like to prefer the normal way or the high way, since it was so damn stuck if we didn't choose this way."
Setop = Stop = Traffic
That's just literally one real example of how I had this language gapped in this important conversation. I was with my 3 elders and 2 kids and I was alone and a little bit much of stressful at the very end.:)
2. Kendala geografis
Pastinya ya kalau di tempat baru kita sama sekali buta dengan lingkungan yang ada, walau ada google maps or satelite sekalipun, kalau kita bahkan tidak tahu patokannya saja, tidak bisa menjamin perjalanan kita mulus. Ini terlepas dari kendala bahasa yang di atas ya, tantangannya jadi lebih lagi. 
3. Kendala of being the one who supposed to know
Ini sih karena kurang pengalaman aja, jadi  kalau di kondisi begini aspek stressnya ada, apalagi bawa 3 orang tua dan 2 anak dan saya sendiri yang harus bisa diandalkan.
Nah untuk mengurangi hal hal yang tidak diinginkan seperti saya di atas, saya punya tips buat Anda yang saya dapat setelah mengalaminya :
1. Gunakan Google Translate
Seriously, kalau sudah menempuh berbagai cara, berusaha untuk mengerti dan tetap tidak ada jalan keluar, gunakanlah google translate. Karena penggunaan google translate walau mungkin tidak sepenuhnya grammatically correct, tapi hampir akurat dengan pesan yang akan disampaikan. Karena sesungghnya kita tidak bisa mengharapkan bahkan memaksakan mereka untuk bisa berbahasa Inggris, jadi mulailah menginstal applikasi google translate untuk hal ini.
2.  Google Map
Walau kita tidak benar-benar tahu lokasi yang akan kita kunjungi, tapi dengan mengetahui berapa jauh, atau benarkan jalur yang diambil pengemudi membuat kita setidaknya ada pegangan, jadi kita tahu di mana posisi kita berada saat kita sudah mencari lokasi tempat tinggal yang akan kita tuju.
3. Jangan Panik
Penting sih untuk tidak panik saat nyasar di negara orang, apalagi akan tidak bagus jika kepanikan kita tertular ke pengemudinya. Waktu pengalaman saya, lebih panik si pengemudi yang tidak tahu jalan dibandingkan saya. Dough!
4. Internet Connection
Mengganti sim card kita dan mengaktifkan paket telfon dan internet di negara yang kita tuju sangat penting juga, kalau tidak, tidak akan ada poin satu dan dua di atas.
5. Fully Charged!
Tidak adalah gunanya poin 1, 2, 3 jika Anda tidak mengisi penuh batre telephone Anda, apalagi jika hanya Anda satu-satunya di grup yang mengaktifkan paket telfon dan internet! Wajar kalau Anda akan panik berjuta juta panik jika Anda tidak bisa menghubungi grup lain bahkan landlord yang punya hostel. Jadi?? gimana dong kalau itu terjadi? Itulah yang saya rasakan sebenarnya, heheh, tapi saya tidak menyerah walau supir taksi kami menyerah. Sang supir dengan tidak bertanggung jawabnya menurunkan kami, tapi usaha saya adalah, "711 please, 711 please". Komunikasi dua kata itu  sangat besar perannya demi kelangsungan perjalanan kami. Kami diturunkan di 711, lalu saya mengisi kembali paket data dan internet di telfon salah satu anggota keluarga saya dan lalu saya bisa berkomunikasi dengan suami saya di grup lainnya yang sudah sampai di hostel dan kami dengan selamat dan bahagia dan lelah, lalu beristirahat di the tempat penginapan kami.
Saya akan melanjutkan perjalanan kami pada day 2-5 di postingan selanjutnya. Terima kasih!

Penting gak penting

Sedang menata diri untuk bisa membuat postingan satu content satu hari selama liburan ini,
demi terwujudnya cita cita bangsa saya yang suka menulis dengan harapan ada orang yang membaca, terbantu dan ujungnya bisa menghasilkan pendapatan tambahan atau sampingan dari tulisan tersebut, Amin!

Sedang menonton ulang final NBAnya Warriors Vs Raptors yang versi fullnya di meja kerja suami yang tumben bersih banget jadinya bisa dengan benar menulis dengan posisi duduk yang sempurna, bukan di tempat tidur, karena sudah tidak ada lagi tempat kosong di rumah sangat sangat sederhana kami, karena sebagian besar lantai kosong sudah di penuhi dengan mainan anak anak saya yang terbentang dari timur ke barat, lebay!

Ditengah kesibukan mereka bermain bersama, saya yang dengan kuping tertutup di sebelah kiri, dengan bahagia dan bersyukurnya bisa dilibatkan bermain bersama mereka, terlepas ada pria pria tangguh dengan seragam biru kuningnya di layar laptop saya.

"Mami mau beli apa? pedes mami? sambal? dan lain dan lain" ujar Leica, anak saya yang namanya dikasih bapaknya karena dia suka kamera Leica. Informasi tambahan saja.
"Mami mau pesen apa?", ujar Marsahall, seraya mencontohkan pelayan yang sedang menulis pesanannya dengan obeng sebagai pulpen dan mainan kap mobil rusak sebagai notesnya. Iya anak pertama saya namanya seperti merek speaker, karena bapaknya lagi.

Ok.
Intinya penting gak penting adalah titik dua
Gak penting saya cerita panjang lebar yang intinya saya sangat senang sekali dan bersyukur bisa dilibatkan, diakui, dterima, direbutkan, dicari cari sama anak anak saya selagi saya liburan di rumah.

Marshall, Leica, mamah liburannya panjang kok, masih 2 bulan lagi baru masuk.

Sekian.


Dear Little Daughter

Photo by @mayurgala

It's okay to make mistakes,
It's okay not to be perfect,
It's okay to have the feelings that you're not good
and pretty enough,
It's okay that sometimes you feel alone,
It's okay that boy doesn't like you,
or you have those evil friends,
It's all okay..
That's life baby girl!

But,
It's not okay if you don't learn from your mistakes,
and keep the bad feeling for more than a day,
It's not okay that you keep comparing yourself to others,
find the good in you (God never fails to create us dear)
It's not okay to have the thinking that faces is all you got,
and those pretty faces win it all.
It's not okay if you keep that loneliness within you secretly,
just write it down! Mom liked to make a lotsss of poem to share the feeling,
It made me relieve!
It's not okay that you keep on chasing that non-deserved boy who doesn't like you,
let the losers gone, they really don't see the real beauty in you,
your brave heart and your silly jokes! (I see it now! :))
It's not okay to being dragged by those evils queen, come on dear they are just being jealous to you, trust Momma!

So yeah baby girl,
It's okay to feel that way, but you need to rise up and stand up!
along the way you will see and know, that those things happened for a reason,
and that will make you who you really are in the future!

Mommy, Daddy, Big Brother love YOU!


1st Birthday Party


Dari awal saya dan suami sudah merencanakan merayakan ulang tahun Leica tidak di rumah karena ingin santai dan tidak mau ribet, datang ke tempat acara lalu pulang dan tidak repot bersih-bersih. :P. Jadilah kami memutuskan merayakannya di tempat yang sangat dekat dengan rumah, tidak sampai 10 menit perjalanan kami ke sana. 

Waktu ulang tahun MJ yang pertama kami mengundang semua tetangga dan beberapa saudara kami, dan untuk Leica kali ini kami mengundang beberapa saudara dan anak teman-teman saya dan papanya yang kebetulan usianya tidak jauh dari Leica.

Dua jam yang sangat singkat dan padat. Pencapaian tidak ribet pas di hari H tercapai, hanya saya saja yang ribet buat design banner dan set up dekorasi meja ulang tahun (ini karena saya maunya banyak..:) . Tapi saya sangat bersyukur saya membuatnya karena saat hari H melihat anak-anak yang datang maju ke depan mengambil cemil-cemilannya membuat hati senang. Mereka polos-polos banget, bolak balik ambil cemilannya dan mereka senang sekali. Untung saya punya spare lebih, jadi sampai acara selesai saya refill terus sehingga selain mereka senang, meja jadi tidak kosong. :P

Yang paling penting dari semua acara ini adalah melihat Leica happy. Ya, dia senang sekali, dia senang banyak orang yang datang, dia sampai lompat lompat melihat semua orang yang datang dan mendengar musik. It's worth everything.

Saya ingin mensharekan beberapa pengalaman saya yang mungkin bisa bermanfaat untuk semua yang ingin merayakan ulang tahun di luar rumah (atau lebih tepatnya di fast food restaurant yang saya pilih).


1. Booking tempat
Kalau sudah pasti akan tempat perayaan ulang tahun, alangkah baiknya segera di reservasi jauh- jauh hari, kalau bisa maksimal 2 minggu sebelum hari H, apalagi kalau yang diharapkan tanggalnya jatuh pada weekend. Saya saja yang membooking tempat dari 2 minggu sebelumnya hanya tinggal sisa satu slot saja. Di McD, perayaan ulang tahun berlangsung selama 2 jam, dan slot waktunya ada di pukul 10 pagi, 1 siang, dan 4 sore. Beruntungnya Leica masih bisa merayakan di tanggal yang sama pada pukul 4 sore. 

Tempat yang saya pilih adalah McDonald dekat rumah, selain jarak yang menguntungkan, McD yang saya pilih adalah salah satu McD yang sangat luas tempatnya untuk perayaan ulang tahun, lebih nyamannya lagi, sudah disediakan bangku bangku kosong khusus untuk orang tua supaya mereka bisa ikut berpartisipasi di acara, bukan seperti McD lain yang saya datangi, orang tua tersebar di bangku-bangku tempat makan biasa, atau bahkan berdiri karena sudah tidak dapat bangku kosong saat sampai ke acara.

2. Tamu
Di McD minimal tamu yang diundang adalah 20 anak dan maksmial 80. Kalaupun masih mau berubah dan ingin ditambah masih bisa dilakukan penambahan dengan konfirmasi sebelum hari H.

3. Konfirmasi
Bicara tentang konfirmasi, jangan sampai lupa untuk selalu konfirmasi keinginan atau perubahan ke PIC dari pihak mereka. Saya berhubungan dengan 3 orang yg berbeda (berubah-ubah) dan karena saya tidak mau terlalu mudah percaya, maka saya selalu konfirmasi ke mereka lewat telfon atau datang langsung. Karena setiap pergantian orang ada saja informasi yang miss, sampai hari H tamu saya belum di rubah jumlahnya, tapi karena saya datang setengah jam sebelum waktu acara, mereka masih bisa mempersiapkan sisa kekuranganya.

4. Paket
Ada dua paket yang ditawarkan di Mcd yaitu, Silver dan Gold dan beberapa menu makanan yang bisa kita pilih untuk bingkisan anak-anak. Souvenir yang di tawarkan adalah tempat makan, bedanya hanya kalau paket Gold lebih sturdy bahannya dibandingkan Silver. Saya memilih paket silver dengan menu panas 1 @38.500 (nasi, 1 ayam dan teh kotak).

Di sana ada pilihan juga jika ingin tambah menu untuk orang dewasa (orang tua) yang datang, tapi saya dikasih ide yang lumayan menghemat budget banget yaitu memesan sendiri di luar paket ulang tahun, yang kalau memesan bersamaan dengan anak akan kena sekitar @28.00 dengan pajak. Saya lebih memilih memesan paket @18.500 (1 nasi, 1 ayam, dan aqua kecil) dengan minimum pembelian 50. Untuk pembelian paket ini lebih baik di pesan lewat telfon dan jangan ditanya bersamaan saat reservasi ulang tahun (karena tentu saja tidak bisa, mereka sudah punya paket sendiri). Saya order lewat telfon sehari sebelumnya untuk diambil siangnya sebelum waktu perayaan sehingga bisa dimasukkan ke goodie bag bersama dengan snack-snac- kekil yang sudah saya buat untuk tambahan isi goodiebag.

5. Goodiebag
Selain bingkisan dan makanan yang disediakan pihak McD untuk anak anak yang datang, saya juga menambahkan satu bungkus bingkisan snack-snack kecil untuk mereka dan satu menu makanan yang sudah saya pesan sebelumnya untuk orang tua yang datang. Untuk isi snack, dengan budget @20.000 sudah lumayan banyak isinya. Rekomendasi tempat pembelian snack yang pasti di warung - warung grosiran atau di swalayan Hari Hari yang harganya sama dengan harga grosiran.

6. Kue Ulang Tahun
Kue Ulang tahun Leica di pesan dari rekanan McD, pilihannya banyak dan rasanya lumayan enak kok dan harganya juga standar dengan kue ulang tahun di luar. Sayangnya kalau tidak memesan di rekanan mereka, kue ulang tahunnya hanya berupa dekorasi alias tidak bisa di potong dan dibagi-bagikan ke tamu tamu yang datang, aneh ya tapi itu regulasinya.

7. Dekorasi
Saat saya datang untuk konfirmasi pembelian kue ulang tahun, karena harus di bayar langsung, kebetulan saat itu ada yang sedang merayakan ulang tahun. Saya agak sedikit kaget, karena dekorasinya sangat sepi, ada beberapa bagian dinding yang terlihat kosong dan meja kue yang agak besar, sehingga meja kue ulang tahun terlihat sepi. Ya mungkin untuk beberapa orang itu sudah bagus, tapi karena saya sangat visual saya langsung panik dan seminggu sebelum hari H langsung merancang dekorasi dinding dan meja kue ulang tahun. Bagian mendekor inilah yang membuat saya tetap ribet sendiri. :P

Saya membuat banner untuk menutupi dinding yang kosong, dengan mengambil free vector untuk background ulang tahun, dan membeli beberapa balon lucu dari Tokopedia; saya membeli balon bintang dan balon putih transparan. Saran untuk pembelian balon atau perlengkapan dekorasi, lebih baik mencari satu toko yang sama sehingga bisa menghemat ongkos delivery. Untuk print banner yang ukuranya sekitar 2 meter saya kerjakan di dekat rumah saya, langsung jadi dan dengan harga yang cukup terjangkau, Rp.50.000.


8. Dokumentasi
Dokumentasi penting sekali untuk diingat, harus ada orang yang benar-benar in charge untuk mengambil dokumentasi supaya setiap moment tidak terlewatkan. Acara ulang tahun Leica saya meminta kaka saya untuk mengambil foto dan senangnya lagi ada teman saya yang juga seorang photografer mengambil foto-foto kami. Jadi ulang tahun Leica punya banyak foto-foto yang didokumentasikan.

9. Hari H
Saya datang di tempat setengah jam sebelum waktunya, yaitu pukul 15.30, masih sempat dekorasi meja ulang tahun, menempel banner di dinding, dan mengatur ulang dekorasi yang telah mereka buat. Acara memang di prediksikan setengah jam setelah jam 4 sambil menunggu tamu tamu yang belum datang. MC memulai pukul 4.30 dan selesai kurang lebih bukul 5.30, jadi ada waktu setengah jam lebih untuk foto-foto dan bersosialisasi dengan tamu tamu undangan. Saya juga sengaja membuat dress code putih bagi tamu yang hadir karena tempat perayaanya sendiri sudah sangat penuh dengan warna.

10. Budgeting
Pengeluaran Leica di bandingkan dengan abangnya MJ, 3 tahun yang lalu hanya selisih sekitar 1 juta yang menurut saya sangat hemat. Jika memang ingin di rayakan di McD yang paling penting bisa menutup paket untuk anak-anaknya. Sisanya bisa dikondisikan dan dibuat sekreatif mungkin. Banyak yang bisa di minimalisir jika memang ada persiapan dan tidak terburu-buru.

Semoga sharing saya bisa bermanfaat buat teman-teman yang membaca, dari semua poin yang di atas, dalam perayaan apapun, yang paling utama kita harus happy dan fun, jangan karena persiapan ini itu, saat hari Hnya tiba kita jadi capek, tidak semangat, berantem, dll.. :)

See you!




This too Shall Pass

Days before my labor, I was very insecure. The feeling arose not because of the delivery that would be due soon, but for the intimate time that my son and I have would end up soon. I was so sorry for my son for the change that he would face, might changed him too. I read many articles about it and asked for an advice from best friend, and they all came up with one single conclusion, This too Shall Pass. I was like, Really? That's it? no formula, no explanation, no guide book? I was like, hmmm okay.

In the first month, I was living in a roller coaster situation, I just want to cut my body in two, that's how bad the situation was since I just wanted to give my whole self  to both of my children. The times where I have to take my son to bath and the baby girl was crying for milk, and when I have to change diapers and my son just want to play puzzle only with me. I cried a lot and sometimes when i couldn't handle it anymore, unintentionally I transferred that negative energy to my son. :( :( :(

It took me a month and a half to really understand the situation. It's not just my son that I should take care of, but also me, myself. I need to adapt myself for the change itself. I just put too much focus on MJ, how he should be nice to his baby, and so on and so on, but when I realise that the key was in me, made it become easier for me to handle the situation.

If I could give some advice to the other moms, who especially have an active son like mine that use to get full of my attention, I would say...

YOU NEED HELP
Yes, you need help for the first week or even the first month. I know that we want to be full to both of the kids, but in some cases you can't. You couldn't breastfeeding while your first kid want to play with you right? how can you handle that? You need someone or something to distract him, putting him on a gadget is easy way but not so recommended. You can turn on the Disney Jr or ask him to play with other kids, just distract him. If you don't have a helper, you should think creatively about that, I sometimes, let my son to mess up the house.

YOUR FIRST KID WILL DRAWN YOUR EMOTION BADLY
This is a swift situation where they would be no longer the only one who got all eyes. They will do anything to get your attention, even when they have to slap their little baby, as all they know that the baby is your focus now. Even when you already told him so many times about the good things of becoming a brother or taking care of the baby, still he doesn't understand. It's merely because he doesn't want to. I realized that my son is just a kid, who might be smart but not mature enough to understand the change. Never make your first child as the bad guy here, as they are absolutely not.

YOU and YOU
You need to embrace the situation, where :
1. Your first child will ignore you some of the times (as he/she felt the same way too)
2. You will no longer able to be there around her/him fully.
3. You are also in the adaption mode, embrace the chaotic feeling.
4. You couldn't cut yourself into two for both of the children. :P
5. You will cry a lot and that's okay. Breath in breathe out. #hugs

I hope this post will help mommies out there who have the same struggle like mine. Though it won't lift up your heavy situation for now, but at least will give you an enlightenment that you are not alone.

I know, In the end this too shall pass right mommies?! But make sure that you pass it for granted, alright. Cheers to the moms out there who are giving their self, their best for their children. #MOMMAHOOD


Kehamilan Kedua


Bersyukur sekali di kasih kesehatan dan kelancaran sebelum akhirnya cuti lahiran sebelum due datenya. Berbeda dengan kehamilan sebelumnya, kali ini saya merasakan eneg di awal-awal semester pertama sehingga saya jadi malas makan dan berat badan saya cenderung turun. Banyak yang tidak sadar kalau saya sedang hamil karena berat badan yang tidak naik secara signifikan; namun barulah di bulan ke 6 dan kebetulan setelah liburan berat badan saya naik sampai 6 kg dalam waktu seminggu dan orang-orang akhirnya sadar kalau saya sedang hamil. :)

Selain itu di hamil kedua ini saya memilih untuk lebih santai dan tidak khawatir yang berlebihan, karena memang selain fokus saya dalam mengurus MJ yang juga menyita kekhwatiran saya, saya juga dapat saran untuk lebih santai dan tenang dari sahabat saya karena memang itu yang dibutuhkan seorang Ibu. Jadilah saya lebih tough dan tidak cranky, karena ya memang tidak ada pilihan lain selain menjadi kuat kan?

Di kehamilan kedua ini juga saya dan Papa MJ sudah mempersiapkan sedikit demi sedikit mental MJ untuk menjadi seorang abang; dari pandangan kita nanti terhadap MJ sampai attachment yang saya buat agar MJ merasakan kehadiran adiknya.

MJ will be a Big Brother but...
Saya dan Papa MJ sepakat walau MJ sudah semakin pintar dan semakin mengerti kehadiran adiknya dia tetap masih anak-anak. Dalam arti, berusaha sebaik mungkin untuk tidak menuntut or memaksa MJ untuk mengerti segalanya. Tidak membiasakan frase yang terus menerus didengungkan di kuping MJ, seperti "MJ kan mau jadi abang, gak boleh cengeng" ,"MJ kasian dong mamanya kan ada adiknya." , "MJ kok gitu sama adiknya, cium dong perut mamanya." , dll. Saya suka mengganti frase saya seperti "MJ, jangan lari-lari dong kalau makan, kan mamah udah endut, udah gede, susah geraknya." Bahkan saat nanti kalau adiknya sudah lahir, kami sudah memikirkan bagaimana cara untuk memperhatikan MJ dan mengajak dia untuk sama-sama involve merawat adiknya. Karena kami yakin in the end he will love his sister naturally. 

MJ with the Baby
Attachment yang saya sebutkan tadi antara lain memperkenalkan MJ dengan adik bayi sejak dalam kandungan. Dari awal kehamilan saya, saya sudah bilang ke MJ kalau di perut saya ada adiknya MJ, karena sebelumnya dia sudah punya konsep itu dari tantenya yang sudah melahirkan anaknya. Jadi menjadi abang dan mengalami berkurangnya perhatian yang terbelah dari opung-opungnya sudah pernah dirasakan MJ sebelumnya. Selain itu saya suka minta dia untuk mencium adiknya setelah pulang kerja atau sebelum tidur, pun kalau dia tidak mau saya tidak akan memaksakan dia. MJ juga sering ajak komunikasi adiknya, "Dede lagi pain?" "Lagi gelak-gelak ma." apalagi saat adik bayinya sudah aktif gerak-gerak di perut saya, dia jadi semakin merasakan kehadiran adiknya. Mencoba membacakan buku-buku bayi ke MJ dan buku-buku anak tentang kemandirian juga salah satu cara, tapi ya memang MJ tidak terlalu tertarik dengan buku-buku tersebut dibandingkan buku lainnya, namanya juga pengenalan tidak perlu harus mendalam kan. 

Persiapan Kelahiran
Walau berbeda gender, saya memutuskan memakai kembali semua barang-barang bayi MJ, karena memang kebanyakan baju-baju MJ warnanya netral dan juga masih bagus-bagus karena selain jarang di pakai saya juga sudah menyimpanya dengan rapih di satu box khusus. Palingan selimut saja yang saya beli berwarna pink, karena selimut bayi MJ masih di pakai sampai sekarang dan dia tidak mau lepas dari selimut itu. Gendongan, botol-botol asi, stroller, tempat tidur bayi dan peralatan lainnya masih ada jadi tinggal merapihkan saja.

Untuk persiapan mental, selain saya berusaha untuk lebih santai dan tenang saya juga tetap ikut senam hamil, biar bugar dan diingatkan kembali cara mengejan dan bernafas yang baik. Selain itu selama saya cuti saya lebih banyak meluangkan waktu dengan MJ dengan banyak mengajaknya berjalan-jalan keluar dan bermain bersama.

Sudah tidak sabar ketemu dede LA, doakan ya semoga semuanya lancar. ya Amin



Pentingnya 1st Aid Training

Sedikit cerita tentang sharing pengalaman 1st Aid Training.

Sewaktu akan mendapatkan pembekalan 1st Aid Training dari tempat saya bekerja saya sangat antusias, karena saya ingin mempunyai pengetahuan dan kemampuan untuk menolong orang. Terlebih sebagai seorang Ibu dan guru, yang setiap harinya berhubungan dengan banyak anak-anak, pelatihan tersebut merupakan syarat yang baik untuk saya penuhi dalam melengkapi peran saya.

Untuk pelatihan satu hari penuh, materi yang disajikan sangat padat, belum lagi di tengah tengah sesi kami harus melakukan tes praktek dan pada akhir sesi ada tes tertulis yang merupakan syarat
kelulusan 1st Aider. Dari sekian banyak materi saya highlight beberapa point di bawah ini.

Chain of Survival


Ini adalah rantai ketahanan hidup atau rantai penyelamatan dan posisi 1st Aider atau  Lay Rescuers di sini adalah sampai dengan rantai ke 3. Sebagai orang pertama yang ingin dan bisa menolong, ada 3 tahap yang bisa kita lakukan untuk menjalankanya;
1. Early Recognition
    Pada tahap ini adalah di mana kita melihat ada yang terluka dan tidak sadarkan diri dan memerlukan bantuan medis lalu melakukan panggilan emergency.   
2. Early CPR (Cardiopulmonary Resuscitation)
     Adalah kondisi di mana korban yang terluka tidak sadarkan diri sehingga memerlukan bantuan pernapasan. Langkah ini ditempuh dengan 3C yaitu Check, Call and Care. Check, yaitu sebelum menolong seseorang kita harus pastikan apakah betul korban tidak sadarkan diri dan memeriksa lingkungan sekitar apakah ada bahaya atau tidak, karena yang terpenting sebelum menolong orang kita harus pastikan kita juga aman. Jika memang respon dari korban negatif maka kita harus Call, atau menghubungi paramedis. Pastikan kita tahu nomor yang akan dihubungi, misal nomor extension di tempat kita bekerja atau rumah sakit terdekat. Care, adalah saat kita melaksanakan 3 langkah ABC, Airway, Breathing and Circulation. Airway, saat kita memeriksa pernafasan korban dengan HTCL, head tilt chin lift. Breathing, dengan memeriksa nafas korban, apakah nafasnya hangat, dadanya naik turun, dan hitungan nafas 10 detik. Selanjutnya adalah Circulation, dengan pertama kali memeriksa apakah ada pendarahan dan jika tidak ada maka bisa langsung dilakukan 30x tekanan dada dan 2x tiup. Lakukan terus hingga korban tersadar, bantuan medis datang, ada orang yang bisa menggantikan (namun hanya bisa digantikan jika sudah melakukan 5x 30/2) dan yang terakhir jika kelelahan.
3. Early AED
    AED adalah  Automated External Defibrillator, alat pengejut jantung otomatis dan yang saya pelajari  bentuknya Pad dengan instruksi otomatis jika kita menyalakan alatnya. Padnya juga diberikan gambar dimana kita harus meletakannya. Setelah melakukan AED dan korban sadar langkah ke 4 dan ke 5 bisa dilakukan oleh paramedis.
Choking 
Tersedak terdiri dari dua jenis, Partial dan Complete.
Partial, jika seseorang tersedak tetapi masih bisa bernafas dan masih sadar, cara membantunya yaitu dengan mengajak orang tersebut untuk batuk terus, tetapi jika sudah tidak mampu untuk batuk maka di bantu dengan cara Back Flap, posisinya membungkuk dan kita memukul punggung 5 kali lalu posisi ditengakkan dan pijat perut 5 kali di atas pusar dengan tangan terkepal. Namun jika korban tidak sadarkan diri lalu dapat dilakukan Modified CPR. Jika terjadi pada ibu hamil, tidak perlu melakukan pijat perut namun dengan Chest Thrust, yaitu menekan dada 5x , sedangkan jika tersedak sendiri dan tidak ada orang, kita bisa mencari kursi atau benda tumpul dan menekan perut kita ke benda tersebut. 
The Point
The poin is saya jadi sadar akan keselamatan orang di sekitar saya, untuk menjadi aware dan tahu bagaimana membantu orang orang yang terlihat dengan tanda dan gejala penyakit yang sudah saya pelajari. Setelah saya belajar saya menyayangkan kenapa kemampuan penting seperti ini tidak di ajarkan pada waktu kita sekolah. Tidak perlu harus menjadi pekerja kesehatan atau olahragawan untuk tahu pentingnya pertolongan pertama karena keselamatan itu bukan untuk diri sendiri saja, tetapi keluarga, komunitas dan masyarakat. Untuk itu kita juga bisa melakukan hal - hal seperti :
1. Selalu membawa 1st Aid Kit jika sedang bepergian jauh. 
2. Tidak lupa untuk mengetahui emergency call jika berada di tempat tempat umum ataupun tempat baru yang belum pernah kita kunjungi.
3. Menulis emergency call untuk rumah sakit terdekat.
4. Melihat sekitar jika ada seseorang yang terluka langsung melakukan panggilan darurat.
Semoga kebiasaan kepo, hanya menontoni saja, membuat macet, mengerubuni dan bikin orang yang terluka tambah sumpek dan tidak menolong sama sekali ini bisa hilang di negara kita tercinta. Semoga bermanfaat. :)

MJ’s 1st BIRTDAY PARTY

Seneng banget akhirnya ulang tahun pertamanya MJ berjalan dengan sukses. Walau capenya bukan main tapi atmosfir kebahagiaan itu masih bisa diinget. Semuanya seneng, apalagi temen2nya MJ.

Persiapan ulang tahun MJ dimulai dari awal Juli. Saat sudah yakin ingin dirayakan, saya akhirnya mulai googling ide-ide untuk pesta ulang tahun pertama anak. Dari baca tips, hal apa saja yang diperlukan sampai ide dekorasi di Pinterest. Yang terakhir itu yang bikin saya tuh mupengnya bukan main, lucu-lucu banget idenya.

Dari baca beberapa artikel, dibawah ini adalah hal-hal yang harus ditentukan untuk pesta ulang tahun.
Awalnya saya sudah menulis semua deskripsi untuk ulang tahun MJ sesuai dengan poin-poin yang diatas. Sudah melalui proses brainstorming semuanya, tiba-tiba papahnya MJ banyak yang tidak setuju. Papahnya bilang saya harus bisa menyesuaikan dengan keadaan dilingkungan sekitar. Intinya sih di minta yang lebih logis. Biasalah yah, ibu-ibu yang mempersiapkan, ujung-ujungnya si bapak yang memberikan acc. ^^

Semuanya harus bermula dengan budget! Mau budget berapa saja sebenarnya pesta ulang tahun bisa saja dibuat, sesuai dengan budget intinya. Budget pesta ulang tahun MJ kurang lebih sekitar 3jt.

Hal kedua yang harus diperhatikan yaitu siapa tamu yang akan diundang. Karena kebetulan tetangga MJ banyak banget, hampir 70% undangannya yaitu tetangga. Jadinya pesta dibuat sesuai dengan standar lingkungan disini (Nasi kuning itu wajib, red). 

Dan yang ketiga adalah jumlah tamu undangan harus sesuai dengan konsumsi dan goodie bagsnya. Jangan sampai ada yang kurang, menurut saya itu sih inti setiap pesta perayaan. Karena ulang tahun Mj bertepatan dengan hari puasa, maka konsumsi seperti kue dan nasi kuning sudah kami bungkus untuk di bawa pulang.

Akhirnya setelah brainstorming ulang, hanya point 1,3,4,7, dan 13 yang jadi point utama untuk diperhatikan.

Venue
Tempat buat anak ulang tahun pertama, sebisa mungkin dibuat di tempat yang nyaman buat si anak, tidak berisik, dan tidak sempit juga. Kalo ultah MJ dari awal memang sudah direncanakan di halaman rumah Opungnya. Selain cukup luas, ya MJ pastinya sudah tidak asing lagi sama tempatnya.


Invitation
Kalo untuk undangan saya buat sendiri, sebenarnya sih gk buat sendiri, tapi googling template gratisan di sini . Tinggal pilih aja yang di suka, trus lalu tambahkan foto MJ dan kasih keterangannya. Undanganya selain saya sebar lewat media sosial, saya juga cetak untuk para tetangga  di kertas HVS dan belakangnya di tempel concord warna kuning. Kebetulan lebih murah dan hemat dibandingkan kertas foto. 

Décor
Kalau mau segudang ide buka saja Pinterest dan tulis yang mau dicari. Banyak banget referensi yang lucu-lucu, tapi kita harus fokus sama yang mau dicari kalo tidak nanti kaya saya kebanyakan ide sampai bingung. Karena harus sesuain dengan budget, ya dekorasi MJ juga sesuai budget. ^^ Ada backdrop, balon, bendera warna warni, hiasan tulisan selamat ulang tahun yang beli dan DIY. Backdrop saya buat sendiri di photoshop, saya pilih foto MJ yang lucu dan beresolusi besar dan hias2-hias sesuai dengan tema ulang tahun. Banyak vektor-vektor gratisan yang bisa di download, tinggal googling aja. Saya banyak download vektor di sini  dan untuk balon-balon saya beli di Asemka, Pasar Pagi, kalau balon huruf belinya di pasar Mayestik, di gedung barunya di lantai paling bawah.

Cake
Kebetulan MJ tiup lilin dua kali, saat di tanggal 7  dan di tanggal 11nya. Untuk kue ulang tahun kita beli di Dominocake. Kue blackforestnya enak, tapi untuk kue yang berkarakter khusus untuk hari perayaan ultahnya agak kurang. Padahal harganya lumayan, apa mungkin mahal di dekorasi kuenya rasanya jadi kurang diperhatikan. Untuk pemesanan kue ulang tahun  sekitar satu minggu pengerjaanya.

Goodie bags
Untuk  goodie bags, saya di bantu Papanya sama Tuanya. Karena hemat itu sama dengan repot, jadilah kita pergi ke tempat yang super hemat dan repot itu. Dua minggu sebelum hari H, kita pergi ke Asemka. Karena sudah bikin budget jadinya semuanya aman terkendali, kalo tidak bisa over budget. Untuk goodie bags saya menganggarkan per bags itu 25rb dan sudah di list juga isinya  apa saja. Selain itu saya juga pergi ke Superindo untuk belanja snacks lainya. Di Superindo harganya lebih hemat dibandingkan dengan swalayan lainnya.

Perayaan ulang tahun MJ memang bertepatan saat puasa, jadinya acaranya lumayan singkat sekitar satu jam, karena tidak ada waktu untuk makan-makan. Karena tamunya juga adalah anak-anak dari umur 1 tahun sampai 11 tahun, peran MC sangat besar di sini. MC perayaan ulang tahun MJ adalah ontynya sendiri yang kebetulan sangat suka anak kecil dan memang orangnya ramai. Karena dia kreatif juga, dia dengan mudahnya mengulur waktu supaya tidak terlalu cepat acaranya selesai. Banyak sekali teman-temanya MJ yang antusias maju ke depan untuk nyanyi bersama. Onty Mj soalnya memberikan iming-iming menyenangkan ke mereka. “Hayoo siapa yang mau nyany ke depan dapet Goodiebagsnya duluan lohhh.”

Setelah acara selesai pukul 5 sore, acara sesi kedua berlanjut, yaitu makan bersama tamu dan keluarga. MJ senang sekali, dia senyum terus, sampai dia kecapean tidur sendiri di gendongan papahnya selama satu jam. Hari itu MJ baru bisa bobo jam 10 malam saat semua tamu dan keluarga sudah pulang.


Saya dan Papanya MJ sangat bersyukur karena acara ulang tahun MJ bisa berjalan dengan lancar. Terima kasih buat teman-teman MJ yang sudah bisa hadir dan memeriahkan ulang tahunya MJ yang pertama, untuk Opungnya, Tuanya, Ontynya, Bounya, Amang Borunya, Kakanya dan Abangnya, dan yang terlebih atas semua doanya.