Showing posts with label MOM. Show all posts

Waking up at 4 in another place

- Malas bercerita dan merangkai cerita.. hehe

- Kembali ke sini karena sedang lagi staycation semalem, trus gak bawa ipad buat gambar (sengaja menikmati sesuatu yg berbeda), gak bawa note book buat nulis (sengaja juga) dan saya sudah terlalu bosan memasukan segala informasi yang ada di dunia si Maya sana. 

- Dunia sudah sangat berubah blogger, sekaran perubahan sangat sangat cepat.. dulu platform seperti blog bisa bertahan puluhan tahun, skrg sesuatu yg baru pasti di ikuti dengan saingannya, jadi ya capek sih ngikutin semua orang.

- Blogger sudah tidak trend, karena orang orang sudah mulai pindah ke sesuatu yg ringkas seperti instagram.

- Orang orang sudah tidak appreciate easy comunication, semuanya sepertinya mudah cepat dan "murah."

- Ada orang yg tidak pernah kena covid sama sekali dalam waktu 3 tahun, ada yg 3 kali kena dalam jangka waktu 3 tahun, saya yang terakhir. Never been easy. Too long to share.

- Otak saya emang random penuh dengan poin-poin yang berterbangan yang harus di tangkap satu satu.

- Jangan lupa dihitun keuangan hunz.

- Jadi han, udah mau nambah umur lagi nih, jangan lupa, it's not all about you hunz! mau semua orang menggembor2kan self-love, tp sebenarnya when you don't think too much of your self, instead for other people (genuinenly for other people who in needs, bukan karena biar mereka suka or seek for their validation) when you do that, shows that you already FULL of yourself that you want to do more. 

- Ohya, kemarin bertemu dengan sekelompok nenek nenek dan kakek kakek, mereka having so much fun! kind of nenek dan kakek yg bukannya gaul dan merasa muda, justru mereka terlihat lebih muda karena mereka so happy and having so much fun. Mereka lucu foto2, gak bawa keluarga or cucu cucu mereka, tapi kaya satu pertemanan gitu. In my mind, I will enjoy this phase of my life! taking care and getting so busy with my children. Saat melihat mereka dan berandai, kalau nanti seumuran mereka mungkin MJ dan Leica lagi kuliah di luar negeri, or sibuk dengan kegiatan mereka masing - masing. So, I will ENJOY and APPRECIATE every little things with them. 

- Yaudah gak usah kelamaan nulis, semenit lagi jam 6. Mau muter muter dulu, trying to enjoy life and breath fresh air!

Love you teman teman..

xoxo

hunz

Stella Sutjiadi : Ibu Pembelajar

Tidak terasa ya sudah dua bulan lebih program work from home ini berjalan  dan tidak terasa pula anak saya MJ sudah memasuki minggu ke 9 belajar dari rumah. Setiap minggu MJ akan selalu diberikan lesson plan dari sekolahnya, isinya berupa materi apa yang akan diajarkan setiap hari berikut soal soal yang harus dikerjakan. Jujur walau saya guru, tidak mudah mengajari anak sendiri. Mungkin konsep saya mengenai pendidikan bisa diterapkan, tapi kesabaran saya tidak bisa diadaptasikan.. :), karena sepertinya anak saya lebih mudah mendengarkan gurunya ketimbang saya, begitu pula mungkin beberapa anak murid saya lebih mudah mendengarkan saya ketimbang orang tua mereka.:) Oleh karena itu saya amazed banget sama ibu ibu yang sebelum pandemi ini ada pun sudah mengajari anak anaknya full di rumah, karena percayalah itu tidak mudah!
Salah satu Ibu yang saya kagumi namanya Mba Stella Sutjiadi, Ibu dari dua anak perempuan ini, Daffa (8) dan Laluna (4), menceritakan keseharian mereka dalam setiap postingan yang ada di media sosial Instagram. Dalam postingan tersebut mba Stella sering mensharingkan bagaimana Ia memfasilitasi anak anaknya belajar, dari akademis sampai non akademis, dari membaca, menulis sampai belajar musik dan seni. Kegiatan yang mereka lakukan sangatlah beragam dan terlihat kesiapan mba Stella dari segi materi yang Ia akan ajarkan ke anak anaknya. 

Setelah memberikan 5 pertanyaan ke mba Stella dan membaca penjelasan yang dia berikan, menurut saya mba Stella adalah tipe Ibu yang jujur, apa adanya dan tidak menjudge dan merasa metode or pilihan yang dia jalani benar. Dalam dunia parenting or motherhood yang "keras" ini, tidak sedikit yang merasa metode mereka lebih baik dari yang lain atau merasa paling benar dan hebat.  Saya percaya semua metode yang di adaptasikan itu mempunyai background dari keluarga masing masing yang tidak kita ketahui, begitu pula lingkungan ataupun sejarah keluarga yang terbentuk. Jadi balik lagi, membangun keluarga dan bagaimana menjalaninya adalah mutlak pilihan masing asing individu, tetapi itu semua balik ke pribadi masing masing dan seberapa besar tanggung jawab kita ke anak anak yang sudah dititipkan ke kita.

Langsung aja yuk di simak interview singkat saya bersama dengan Mba Stella Sutjiadi. Semoga bermanfaat!

1. Mba Stella, sebelum Pandemi ini mba Stella sudah menerapkan Pembelajaran Home Learning ke anak anak Mba Stella di rumah, kalau boleh tau, apa saja sih yg dibutuhkan ibu ibu untuk mempersiapkan anaknya benar benar belajar di rumah? boleh share sedikit tipsnya…

Menurut aku harus dari yg paling dasarnya dulu yaitu menyamakan persepsi ttg proses belajar itu sendiri. Bahwa belajar bukan melulu berarti pergi ke sekolah. Bahwa belajar adalah sebuah ‘proses’ bukan sebuah ‘tempat’. Karena seringkali buat mereka yg terbiasa belajar di sekolah formal terlanjur mengkotakkan bahwa ‘belajar itu di sekolah sedangkan di rumah bukan untuk belajar’. Aku tidak bilang semua ya..tp sebagian besar demikian. Tujuannya supaya mindsetnya sama dulu bahwa belajar tidak tergantung tempat jd bisa dimana saja dan kapan saja. Rumah pun tempat kita belajar. :) Lebih dalam lagi, maka ditanamkan pemahaman bahwa setiap saat itu sebenarnya adalah kesempatan kita buat belajar. Goalnya adalah sama2 meyakini bahwa belajar adalah kebutuhan diri bukan sekedar kewajiban mengejar nilai semata. Tapi kebutuhan kita buat mengembangkan diri. Kalau sudah paham pengertian dasar serta tujuannya, harapannya kemudian akan muncul semangat serta inisiatif untuk belajar itu sendiri. :)
Tentu saja semua harus disampaikan dg bahasa yg disesuaikan dg usia dan kemampuan pemahaman masing2 anak ya. :)

2.Memang seorang Ibu itu harus berkorban, dan semua pengorbanan kita tidak ada yang sia sia, apalagi saat melihat anak anak kita berkembang dan bertumbuh menjadi pribadi yang utuh. Bagaimana menurut Mba Stella “pengorbanan” seorang Ibu?

Saya memilih tidak memandang dan merasa ini sebagai sebuah ‘pengorbanan’. Bukan berarti saya bilang siapapun yg memandangnya demikian adalah salah. Ini pendapat saya pribadi mudah2an ada yg sepaham. Buat saya kata ‘pengorbanan’ berat artinya dan akan membuat saya pun merasa ‘berat menjalaninya’ apapun itu. Lagi-lagi pendapat ini sangat pribadi. Saya lebih memilih untuk memupuk kesadaran bahwa sejak awal menjadi ibu adalah pilihan saya, memiliki anak adalah keputusan yg saya buat secara sadar. Maka semua yg saya lakukan saat ini seberat apapun itu adalah bagian dari tanggung jawab saya menjalani keputusan saya tsb. :) Dan ternyata saat saya menanamkan pola pikir demikian, semuanya jd terasa lebih mengalir ringan. Rasa capek tentu ada, tapi saat sadar itu telah tumbuh, semua yg dijalani menjadi terasa wajar dan baik-baik saja. Jadi bukan tentang pengorbanan tapi tentang tanggung jawab pada keputusan yg telah saya ambil sendiri dan rasa syukur atas jawaban dari doa saya sendiri. :) Jadi tips saya : coba gali lagi apa dan kenapa sejak awal kita dan pasangan memutuskan untuk memiliki anak. :) Apa tujuan awalnya dan apa goal akhir dari membesarkan anak kita ini? :)

3. Sebagai seorang ibu yang Full time job, bagaimana mba Stella menyeimbangkan kehidupan Mba Stella, seperti apakah mba Stella punya “Me Time”? Atau bagaimana pendapat Mba Stella tentang “Me Time”nya seorang ibu.

‘Me time’ hmm..saya share sedikit pendapat dari seorang ahli parenting yg sangat saya kagumi. Saat beliau ditanya demikian, beliau jawab kira2 begini “apa sebenarnya konteks me time yg ditanyakan? Apakah kalau ada istilah ‘me time’ maka sisa wkt diluar itu artinya ‘not my time’? Siapa yg memilih memiliki rumah ini? Saya. Maka saat saya bekerja membersihkannya, itu adalah ‘me time’ saya. Siapa yg memilih memiliki anak? Saya. Maka saat saya sibuk memandikannya, menemaninya belajar, bahkan menc*b*kinya (maaf ya..) itu adalah ‘me time’ saya.” Sampai sebelum saya mendengar ucapan ini dari beliau saya masih kesulitan sendiri menyimpulkan apa me time saya. Saya masih sempat ‘mengkotak2an’ me time saya misalnya saat di pagi hari saya sendiri, atau saat saya punya wkt luang membaca buku sendirian, atau saat sesekali saya bisa pergi sendirian. Tapi...saat saya mendengar itu, saya langsung merasa, hei, Inilah konsep me time yg cocok ternyata dg hati saya. Ya. Semua itu adalah ‘me time’ saat itu adalah pilihan kita yg kita pilih secara sadar maka semua kegiatan yg berkaitan dengannya harusnya masuk dalam bagian ‘me time’ saya. :)

4. Bagaimana Mba Stella menerapkan kedisiplinan ke anak anak? 

Aku menerapkan disiplin dg dasar ‘cinta yg berpikir’ (mengutip judul buku karangan mba Ellen Kristi) :) cinta yg tidak hanya dilandaskan pada rasa sayang semata tp jg pada kesadaran menegakan nilai-nilai kebenaran untuk kebaikan. Kebenaran yg landasannya hanya 3 : hukum negara, agama dan sosial. :)

5. Bagaimana pendapat mba Stella tentang pendidikan di Indonesia? dan alasan utama mba Stella memilih home schooling? 

Kalau menilai pendidikan di Indonesia rasanya aku belum pantas memberikan penilaian disini mba. Karena aku ngga mendalami ttg pendidikan di Indonesia saat ini secara menyeluruh. Hanya tau sebatas pengalaman masa lalu aku jg suami yg aku yakin dg banyaknya pilihan sekolah saat ini pasti sudah ada/mungkin bahkan banyak perubahannya/kemajuannya.

Aku hanya bisa menjawab alasan kami memilih homeshcooling. Sebenarnya alasannya ada banyaaak sekali. Tapi semoga 5 alasan ini bisa mewakili :
  • 1. Dengan hs anak2 punya banyak keleluasaan waktu untuk mengembangkan minat dan bakat yg telah dititipkan pada mereka yg unik dan berbeda-beda.
  • 2. Karena saya dan suami sepakat bahwa sekolah formal itu bukan sebuah kewajiban dan proses belajar bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.
  • 3. Karena aku ada di rumah setiap saat sehingga aku sadar aku punya wkt cukup untuk mendampingi anak-anak belajar.
  • 4. Karena aku percaya bahwa untuk menjadi guru2 anak2 aku tidak wajib sangat pintar hanya wajib untuk mau terus belajar. :)


This too Shall Pass

Days before my labor, I was very insecure. The feeling arose not because of the delivery that would be due soon, but for the intimate time that my son and I have would end up soon. I was so sorry for my son for the change that he would face, might changed him too. I read many articles about it and asked for an advice from best friend, and they all came up with one single conclusion, This too Shall Pass. I was like, Really? That's it? no formula, no explanation, no guide book? I was like, hmmm okay.

In the first month, I was living in a roller coaster situation, I just want to cut my body in two, that's how bad the situation was since I just wanted to give my whole self  to both of my children. The times where I have to take my son to bath and the baby girl was crying for milk, and when I have to change diapers and my son just want to play puzzle only with me. I cried a lot and sometimes when i couldn't handle it anymore, unintentionally I transferred that negative energy to my son. :( :( :(

It took me a month and a half to really understand the situation. It's not just my son that I should take care of, but also me, myself. I need to adapt myself for the change itself. I just put too much focus on MJ, how he should be nice to his baby, and so on and so on, but when I realise that the key was in me, made it become easier for me to handle the situation.

If I could give some advice to the other moms, who especially have an active son like mine that use to get full of my attention, I would say...

YOU NEED HELP
Yes, you need help for the first week or even the first month. I know that we want to be full to both of the kids, but in some cases you can't. You couldn't breastfeeding while your first kid want to play with you right? how can you handle that? You need someone or something to distract him, putting him on a gadget is easy way but not so recommended. You can turn on the Disney Jr or ask him to play with other kids, just distract him. If you don't have a helper, you should think creatively about that, I sometimes, let my son to mess up the house.

YOUR FIRST KID WILL DRAWN YOUR EMOTION BADLY
This is a swift situation where they would be no longer the only one who got all eyes. They will do anything to get your attention, even when they have to slap their little baby, as all they know that the baby is your focus now. Even when you already told him so many times about the good things of becoming a brother or taking care of the baby, still he doesn't understand. It's merely because he doesn't want to. I realized that my son is just a kid, who might be smart but not mature enough to understand the change. Never make your first child as the bad guy here, as they are absolutely not.

YOU and YOU
You need to embrace the situation, where :
1. Your first child will ignore you some of the times (as he/she felt the same way too)
2. You will no longer able to be there around her/him fully.
3. You are also in the adaption mode, embrace the chaotic feeling.
4. You couldn't cut yourself into two for both of the children. :P
5. You will cry a lot and that's okay. Breath in breathe out. #hugs

I hope this post will help mommies out there who have the same struggle like mine. Though it won't lift up your heavy situation for now, but at least will give you an enlightenment that you are not alone.

I know, In the end this too shall pass right mommies?! But make sure that you pass it for granted, alright. Cheers to the moms out there who are giving their self, their best for their children. #MOMMAHOOD


Kehamilan Kedua


Bersyukur sekali di kasih kesehatan dan kelancaran sebelum akhirnya cuti lahiran sebelum due datenya. Berbeda dengan kehamilan sebelumnya, kali ini saya merasakan eneg di awal-awal semester pertama sehingga saya jadi malas makan dan berat badan saya cenderung turun. Banyak yang tidak sadar kalau saya sedang hamil karena berat badan yang tidak naik secara signifikan; namun barulah di bulan ke 6 dan kebetulan setelah liburan berat badan saya naik sampai 6 kg dalam waktu seminggu dan orang-orang akhirnya sadar kalau saya sedang hamil. :)

Selain itu di hamil kedua ini saya memilih untuk lebih santai dan tidak khawatir yang berlebihan, karena memang selain fokus saya dalam mengurus MJ yang juga menyita kekhwatiran saya, saya juga dapat saran untuk lebih santai dan tenang dari sahabat saya karena memang itu yang dibutuhkan seorang Ibu. Jadilah saya lebih tough dan tidak cranky, karena ya memang tidak ada pilihan lain selain menjadi kuat kan?

Di kehamilan kedua ini juga saya dan Papa MJ sudah mempersiapkan sedikit demi sedikit mental MJ untuk menjadi seorang abang; dari pandangan kita nanti terhadap MJ sampai attachment yang saya buat agar MJ merasakan kehadiran adiknya.

MJ will be a Big Brother but...
Saya dan Papa MJ sepakat walau MJ sudah semakin pintar dan semakin mengerti kehadiran adiknya dia tetap masih anak-anak. Dalam arti, berusaha sebaik mungkin untuk tidak menuntut or memaksa MJ untuk mengerti segalanya. Tidak membiasakan frase yang terus menerus didengungkan di kuping MJ, seperti "MJ kan mau jadi abang, gak boleh cengeng" ,"MJ kasian dong mamanya kan ada adiknya." , "MJ kok gitu sama adiknya, cium dong perut mamanya." , dll. Saya suka mengganti frase saya seperti "MJ, jangan lari-lari dong kalau makan, kan mamah udah endut, udah gede, susah geraknya." Bahkan saat nanti kalau adiknya sudah lahir, kami sudah memikirkan bagaimana cara untuk memperhatikan MJ dan mengajak dia untuk sama-sama involve merawat adiknya. Karena kami yakin in the end he will love his sister naturally. 

MJ with the Baby
Attachment yang saya sebutkan tadi antara lain memperkenalkan MJ dengan adik bayi sejak dalam kandungan. Dari awal kehamilan saya, saya sudah bilang ke MJ kalau di perut saya ada adiknya MJ, karena sebelumnya dia sudah punya konsep itu dari tantenya yang sudah melahirkan anaknya. Jadi menjadi abang dan mengalami berkurangnya perhatian yang terbelah dari opung-opungnya sudah pernah dirasakan MJ sebelumnya. Selain itu saya suka minta dia untuk mencium adiknya setelah pulang kerja atau sebelum tidur, pun kalau dia tidak mau saya tidak akan memaksakan dia. MJ juga sering ajak komunikasi adiknya, "Dede lagi pain?" "Lagi gelak-gelak ma." apalagi saat adik bayinya sudah aktif gerak-gerak di perut saya, dia jadi semakin merasakan kehadiran adiknya. Mencoba membacakan buku-buku bayi ke MJ dan buku-buku anak tentang kemandirian juga salah satu cara, tapi ya memang MJ tidak terlalu tertarik dengan buku-buku tersebut dibandingkan buku lainnya, namanya juga pengenalan tidak perlu harus mendalam kan. 

Persiapan Kelahiran
Walau berbeda gender, saya memutuskan memakai kembali semua barang-barang bayi MJ, karena memang kebanyakan baju-baju MJ warnanya netral dan juga masih bagus-bagus karena selain jarang di pakai saya juga sudah menyimpanya dengan rapih di satu box khusus. Palingan selimut saja yang saya beli berwarna pink, karena selimut bayi MJ masih di pakai sampai sekarang dan dia tidak mau lepas dari selimut itu. Gendongan, botol-botol asi, stroller, tempat tidur bayi dan peralatan lainnya masih ada jadi tinggal merapihkan saja.

Untuk persiapan mental, selain saya berusaha untuk lebih santai dan tenang saya juga tetap ikut senam hamil, biar bugar dan diingatkan kembali cara mengejan dan bernafas yang baik. Selain itu selama saya cuti saya lebih banyak meluangkan waktu dengan MJ dengan banyak mengajaknya berjalan-jalan keluar dan bermain bersama.

Sudah tidak sabar ketemu dede LA, doakan ya semoga semuanya lancar. ya Amin



IBU SEKARANG & IBU DULU

Yang saya tahu,

Ibu sekarang banyak distractions,
banyak kesibukan,
banyak pilihan..
ribet.
lebih banyak hal yang (sepertinya penting) untuk dikesampingkan dibanding anak.
banyak banyak dan banyak                  

Ibu dulu,
tidak ada pilihan lain selain anak titik
dan mereka keren
titik

NIGHTY NIGHT

Helow there fellow mamas,
I hope that all of your kids have already slept, it's 11 already.
My son, MJ, has already slept like 2 hours ago, he has this fixed bed time at around 9.30. The cutest thing is that he will hardly fell asleep if his father got home late without permission. He will wait for his father to come home or he will fall asleep recklessly. Cute huh?

I use to sleep when he has fallen asleep but now I feel like I have to write a post,hehe, been a while for months in this blogosphere. You know, writing this letters I even didn't have any topic or subject to talk about, I just want to write. Good huh?

Hah!
The topic will be about the growth of my son, I hope it will not bore you. Hehe.
I feel soooooo blessseddddd that during my long holidaayyss (jobless for now, red) ^^. I can witnesses every teeny-weeny growth of my son in a second. His behaviours and intellects admires me everytime. I am so happy and blessed with this wonderful opportunity. I can be with my son the whole day. Though it's a tiring task, not to mention the home stuff, but I feel satisfied. As I see that as a role not a job.

I am blank now sorry. ^^
I don't want to be such a show off talking about my son all the time, like he is the smartest kid I know, hehe, typical mom.

Let's just sleep fellow mamas,
Nighty Night


xoxo

Post-pregnancy weights

I always want to be potrayed as a classy yet sophisticated mommy. I thought despite the hectiness of adapting your new role, your "look" is well to be maintained for the goodness of your children and husband and most importantly, yourself.  I know that most mother will not think about herself in the very first place, but being just a nice-looking mommy is worth at the end.

I forgot this idea in my 7 months after birth. I ignored the echoes of telling me that I am fat, ugly, fat, different, fat, not interesting, fat or things like that from people around me. I am a breastfeeding mommy, I don't think anything else.

It has been 9 months since I got birth to MJ and took me that long to loose 8 kg. I am one of that women who need more extra work to loose the weight as I read some of the mom stories who had the same problem like me. Fantastically, after birth I didn't loose any weight but gained more.

It's not that only I have trouble wearing my now-limited clothes, but on top of that, my leg got numb and tingle often. Since I gained my weight I also have the difficulty moving my body, like one day I joined an aerobic together with my colleagues, it took me lots of work to jump couple times. I had this strong enthusiasm, but unfortunately my body couldn't balance it.

It's like a wake up call for me, since it's dealing with my health. I knew that it was a serious thing, so I decided to loose some weights, seriously. I was happened to hop by on Tara's blog, at that time she was having a getsbackinshape program of hers, she inspired me to do the same thing, though I know it kindda impossible for me to back to my shape.

On MJ's 8th months of birth, after he can have more nutrition besides my freshmilk, I started to try a non-salt diet, or they call it Mayo. It has this 13 days of menu to consume which is okay for the breastfeeding mothers, the baby still have a complete nutritions. I didn't have this tight diet, as I cheated a non-fat butter, a low calorie sweetener and even skipped the lunch menu and ate at the Batak's wedding party. I said to myself from the beginning that I would stop if I couldn't make it any longer, and yes, I stopped at the 9th day because eating boiled eggs and potatoes not interesting anymore. I lost 5 kg.

Loosing 5 kg, make my body lighter and fresher, though I am still 10 kgs to go to my normal weights, I don't have this intention to have some more diet programs. I try to have an exercises, possibly at night or morning for 10-15 minutes and eating a proper salt and sweet.

The bottom line, is not merely about loosing weights, the numbers, but being a healthy and happy mother will give you more energy and bring a positive vibe around you, especially to your baby.


As I love to look simple yet chick too, this is my simple yet chick set I made. I am a jewelry freak and I love this gypsy warrior necklace from Zalora, to see more of their collections you can visit their website here.