Random Aja...

Mau masukin foto SC30 yang gan***g itu, tapi nanti suami protes.. hehehe

Saya mau randoman aja, biar bisa ingat kalau di notes pasti hilang or gak kebaca, karena skrg dah gak punya physical diary kaya zaman baheula dulu secara jari ini lebih terlatih untuk taktiktuk dibanding menggores..
Random aja hari ini :
* Sedih Golden State Warriors kalah, tapi saat sudah tau tragedi dan usaha yang mereka keluarkan untuk final tahun ini tuh kaya, clap clap clap, they're a true warriors! dan lagi si Kahwi emang ya, beast gitu, dia typical of a cold man, trus bench mereka tuh lebih luwes, tp gak kebayang sih kalau Kahwi went down.. trus intinya apa? intinya ya saya tetep ngefans sama Stephen Curry.. hehe, gak nyambung ya..
* Sedih lagi,eh tp ke prihatin sih, betapa saat sudah merasakan dekat dengan pengalaman seseorang yang nyari duit segitunya, di jalan yang benar, anak anak muda, rela di gaji "segitu" demi sesuap nasi. :((((((((((((, seharian capek kerja mau digaji "segitu" dan karena memang udah standarnya.. harus sering2 mendapatkan pengalaman seperti ini supaya lebih kuat bersyukurnya. AMIN!
*Lagi semangat belajar Konmari, impactnya lumayan untuk suami saya yang paling gak bisa rapihin lemari pakaian walau udah bolak balik saya rapihin, akhirnya saya menyerah alias males dan yaudah berantakan aja... haha, tp semenjak disusun dengan gaya Konmari, doi lebih mudah nyari pakaiannya, dan sisa pakaian yang dia ambil tetap stand strong, if you know Konmari method! hehehe

Yasudah itu saja, namanya random ya begini, kalau ada yg relate to my story silakan di comments.. :p

*smooches

Bangkok day 2 (Royal Grand Palace)

THE ROYAL GRAND PALACE - Wat Po - Siam Ocean World - Madame Tussauds - Siam Square

Tempat tempat di atas adalah objek wisata yang saya jadwalkan untuk perjalanan hari ke 2 kami di Bangkok. Dari kelima tempat di atas, hanya satu tempat yang tidak jadi kami kunjungi yaitu Wat Po. Kami memutuskan untuk tidak mengunjungi Wat Po karena kami menghabiskan waktu lebih lama dari rencana sebelumnya di Royal Grand Palace dan hampir dari kami sudah kelelahan setelah berkeliling di sana. Walau Wat Po tidak jauh dari Royal Grand Palace, yang mungkin kalau di lihat di peta bertepatan di sebelahnya, namun untuk menuju ke sana kita harus berkeliling untuk masuk ke gerbang masuk Wat Po.

The Royal Grand Palace
Dengan tiket masuk sebesar 500 Baht, di sini kita akan mengelilingi satu komplek Istana Bangkok pada jamannya yang terdiri dari berbagai macam kuil-kuil khas Bangkok. Jika ingin mengetahui sejarah Bangkok yang ada di sini, Anda bisa membaca brosur yang sudah tersedia dengan gratis atau bisa menambah uang 200 Baht untuk menyewa personal audio guide dalam berbagai bahasa. Saya dan keluarga banyak menikmati pemandangan di sini dengan mengabadikan momen bersama di kuil kuil dengan arsitektur unik yang ada di sana. Karena ramainya pengunjung, disarankan untuk datang lebih pagi agar bisa santai berfoto foto. Tempat ini buka dari pukul 08.30 - 3.30 sore.
 
Jika datangnya kesiangan.. ^0^

Umumnya karena Bangkok juga adalah negara yang panasnya seperti di Jakarta juga, jangan lupa memakai topi atau payung, lotion pelindung sinar matahari dan membawa botol minum untuk pelepas dahaga. Di sana juga akan tersedia counter air isi ulang gratis, jadi tidak perlu khawatir jika kehabisan air minum di tengah tengah perjalanan Anda. 

Yang penting untuk diketahui adalah walau terik, kita tidak diizinkan untuk memakai pakaian seperti celana pendek ataupun lengan buntung untuk pria dan wanita, peraturan ini di buat untuk menjaga kesucian dan kesopanan di area tersebut. Namun jika sudah terlanjur memakai celana pendek ataupun lengan buntung, ada satu tempat khusus buat wisatawan membeli celana panjang dan baju berlengan untuk lelaki atau rok dan scarf untuk perempuan, harga masing-masingnya kira-kira sekitar 150-200 baht.

Transportasi, karena jaraknya yang lumayan jauh dari tempat kami tinggal dan juga pengalaman berkendara sebelumnya, kami menggunakan Uber berukuran van Travello/ Pregio yang muat untuk 10-12 orang dengan harga 400-500 Baht, sesuai dengan jarak tempuh yang dituju. Namun, kita tidak bisa dengan mudah turun sembarangan di areal sekitar pintu masuk the Royal Grand Palace, selain karena luasnya area screening Royal Grand Palace dari kendaraan kendaraan umum agar wisatawan bisa dengan leluasa berjalan kaki, tapi sepertinya juga karena kendaraan Uber tidak disambut hangat oleh transportasi lain.
Ada seperti pos check in di luar pintu masuk the Royal Grand Palace

Untuk postingan selanjutnya saya akan melanjutkan cerita di Bangkok day 2 untuk ketiga tempat lainnya yang kebetulan berdekatan letaknya.

Bangkok Day 1 (Itinerary Break Down)


Itinerary Day 1
Sekali lagi Itinerary yang saya buat ini, seperti tempat wisata, transportasi, dllnya yang ada di notes di atas yaitu dengan pertimbangan lokasi tempat tinggal dan kondisi keluarga yang ikut serta dalam perjalanan ini.
Untuk pembuatan Itineray ini, saya tidak pakai aplikasi khusus apapun, hanya membuat dengan menggunakan google spreadsheet saja karena tidak ribet untuk disimpannya dan sederhana penggunaanya. Hampir semua poin pada hari pertama ini sesuai, hanya ada satu yang hilang karena kendala yang nanti akan saya ceritakan. 
Saya dan sekeluarga tidak bisa ke Asiatique the Riverfont karena gap waktu yang molor lumayan panjang saat kami miss berkendara saat turun dari Airport menuju tempat tinggal kami di The Local Surasak Hostel. Kami membagi dua grup dengan alasan penghematan biaya. Grup pertama adalah 5 grup orang dewasa yang menaiki bus lalu lanjut dengan BTS dan satu lagi grup orang tua dan anak kecil yang menaiki taksi dengan sekali transportasi saja. Masing masing grup sudah punya leadernya sendiri dengan booklet itineray yang sudah kami pegang masing-masing, yaitu saya memimipin grup orang tua dan anak, dan suami saya di grup satunya. Jadi grup suami saya sampai terlebih dulu di hostel, sedangkan grup saya nyasar dengan banyak aspek sebagai penyebabnya.
Saya dan keluarga, minus adik saya yang di balik layar.
1. Kendala bahasa
Kalau mungkin grup 1 (anggap saja saya grup 2), hanya tinggal mengikuti arahan yang ada di booklet dan pun mungkin jika ada miss sedikit, bisa ada banyak informasi yang di dapatkan, misal dari informasi yang ada di papan jalan, papan bis, ataupun seperti yg diceritakan suami saya, saat dia bertanya ke orang lokal di sana yang bisa berbahasa Inggris. Jadi, mereka tidak punya kendala bahasa yang significant seperti grup saya. 
Di benak saya mungkin semua pengemudi taksi yang berani mengambil penumpang di bandara, adalah mereka yang mumpuni bahasa Inggrisnya, or at least bisalah dikit dikit seperti orang kita di Jakarta, tetapi ternyata ohhhhh tidak, kemampuan berbahasa Inggris saya di hancurkan ke level terbawah yang pernah saya jalani sewaktu mengikuti les bahasa inggris di LIA Mercu Buana (sorry I am being exaggerate saja di sini).
Misal si pengemudi menawarkan naik tol atau lewat jalan biasa saja, karena sang pengemudi tidak bisa memilih perbendaharaan kata dari jalan tol ke bahasa Inggris, dia hanya bilang "This way? or no? setop setop, (diikuti dengan body language..) then said again "setop setop, ya?" It took me like almost 10 minutes to really grasp the meaning of this important word that he really stressed it over and over and over again.. setop setop.
Actually what he meant was that "Would you like to prefer the normal way or the high way, since it was so damn stuck if we didn't choose this way."
Setop = Stop = Traffic
That's just literally one real example of how I had this language gapped in this important conversation. I was with my 3 elders and 2 kids and I was alone and a little bit much of stressful at the very end.:)
2. Kendala geografis
Pastinya ya kalau di tempat baru kita sama sekali buta dengan lingkungan yang ada, walau ada google maps or satelite sekalipun, kalau kita bahkan tidak tahu patokannya saja, tidak bisa menjamin perjalanan kita mulus. Ini terlepas dari kendala bahasa yang di atas ya, tantangannya jadi lebih lagi. 
3. Kendala of being the one who supposed to know
Ini sih karena kurang pengalaman aja, jadi  kalau di kondisi begini aspek stressnya ada, apalagi bawa 3 orang tua dan 2 anak dan saya sendiri yang harus bisa diandalkan.
Nah untuk mengurangi hal hal yang tidak diinginkan seperti saya di atas, saya punya tips buat Anda yang saya dapat setelah mengalaminya :
1. Gunakan Google Translate
Seriously, kalau sudah menempuh berbagai cara, berusaha untuk mengerti dan tetap tidak ada jalan keluar, gunakanlah google translate. Karena penggunaan google translate walau mungkin tidak sepenuhnya grammatically correct, tapi hampir akurat dengan pesan yang akan disampaikan. Karena sesungghnya kita tidak bisa mengharapkan bahkan memaksakan mereka untuk bisa berbahasa Inggris, jadi mulailah menginstal applikasi google translate untuk hal ini.
2.  Google Map
Walau kita tidak benar-benar tahu lokasi yang akan kita kunjungi, tapi dengan mengetahui berapa jauh, atau benarkan jalur yang diambil pengemudi membuat kita setidaknya ada pegangan, jadi kita tahu di mana posisi kita berada saat kita sudah mencari lokasi tempat tinggal yang akan kita tuju.
3. Jangan Panik
Penting sih untuk tidak panik saat nyasar di negara orang, apalagi akan tidak bagus jika kepanikan kita tertular ke pengemudinya. Waktu pengalaman saya, lebih panik si pengemudi yang tidak tahu jalan dibandingkan saya. Dough!
4. Internet Connection
Mengganti sim card kita dan mengaktifkan paket telfon dan internet di negara yang kita tuju sangat penting juga, kalau tidak, tidak akan ada poin satu dan dua di atas.
5. Fully Charged!
Tidak adalah gunanya poin 1, 2, 3 jika Anda tidak mengisi penuh batre telephone Anda, apalagi jika hanya Anda satu-satunya di grup yang mengaktifkan paket telfon dan internet! Wajar kalau Anda akan panik berjuta juta panik jika Anda tidak bisa menghubungi grup lain bahkan landlord yang punya hostel. Jadi?? gimana dong kalau itu terjadi? Itulah yang saya rasakan sebenarnya, heheh, tapi saya tidak menyerah walau supir taksi kami menyerah. Sang supir dengan tidak bertanggung jawabnya menurunkan kami, tapi usaha saya adalah, "711 please, 711 please". Komunikasi dua kata itu  sangat besar perannya demi kelangsungan perjalanan kami. Kami diturunkan di 711, lalu saya mengisi kembali paket data dan internet di telfon salah satu anggota keluarga saya dan lalu saya bisa berkomunikasi dengan suami saya di grup lainnya yang sudah sampai di hostel dan kami dengan selamat dan bahagia dan lelah, lalu beristirahat di the tempat penginapan kami.
Saya akan melanjutkan perjalanan kami pada day 2-5 di postingan selanjutnya. Terima kasih!

Membuat Itinerary Perjalanan bersama keluarga

Photo by rawpixel.com from Pexels

Ini kedua kalinya saya membuat sebuah itinerary perjalanan ke luar negeri bersama keluarga besar. Pertama kalinya saya pergi ke Hongkong dan membuat itinenari pertama yang saya ceritakan di sini, dan Maret tahun ini saya dan keluarga pergi ke Thailand, Bangkok yang menghabiskan waktu 5 hari 4 malam ini. Dengan pergi bersama 3 orang tua (di atas umur 60 thn), 1 balita dan 1 anak, dan 5 orang dewasa lainnya sangatlah perlu bagi saya membuat rencana sebaik mungkin untuk perjalanan yang menyenangkan yang dapat dirasakan semua pihak.

Berikut adalah hal hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat itinenarinya.

1. Peserta yang ikut
Dengan memprioritaskan keadaan dan kondisi peserta yang ikut, kita harus mempertimbangkan tempat wisata apa yang akan kita kunjungi dan transportasi yang di akan gunakan kala kita di sana. Poin nomor satu ini penting buat saya sekeluarga, karena kami berpergian dengan rentang umur dari balita hingga orang tua, jadi kami memiliki berbagai aspek yang bisa sesuai untuk semuanya.

2. Transportasi
Transportasi adalah hal yang penting untuk juga dipikirkan, karena selain dapat membawa kita ke tempat tempat yang kita tuju, kita harus paham benar dengan segala transportasi yang ada di negara yang akan kita kunjungi. Karena sekali lagi, tidak bisa disamakan berpergian sendiri atau backpacker dengan keluarga besar yang hanya mengharapkan kita si pembuat itinerary untuk paham betul keadaan yang ada di negara tersebut. Karena sangat berbeda transportasi negara satu dengan negara lain, jadi informasi kecil yang sangat membantu bisa dicatat di kolom tambahan itinenary Anda.

3. Memilih tempat pariwisata
Dengan pertimbangan poin nomor satu di atas, saya memutuskan untuk menghindari tempat tempat wisata dengan ketinggian dan juga objek wisata pantai. Dengan membaca banyak rekomendasi dari teman teman blogger, website pariwisata Bangkok, dan juga share dari teman-teman, saya memilih beberapa tempat pariwisata yang sangat berdekatan jarak tempuhnya untuk dihabiskan dalam waktu satu hari.

Cara yang paling mudah, jika tidak ingin ribet ini itu, bisa saja mencontek langsung itinerary teman - teman blogger atau website wisata yang sudah banyak disharingkan di dunia maya. Tapi kalau mau puas, alangkah baiknya jika kita membuat sendiri itinenari kita dengan mencocokkan prioritas kita, budget kita dan juga lebih penting jarak tempuh masing masing objek wisata dari tempat peristirahatan kita.

4. Makan dan minum
Tentunya waktu Anda makan dan minum juga harus dimasukkan ke jadwal itinenary. Terlebih jika Anda tidak membawa bekal untuk seharian menghabiskan waktu di tempat objek wisata. Saya harus meresearch tersedianya tempat makan yang terdekat di antara objek wisata dengan tentunya memperkiraan budget makan untuk satu menu makanan dan minuman. Dan untuk teman teman yang mencari makanan halal di negara lain yang mungkin sangat jarang ada, harus tahu mencari rekomendasi makanan halal atau mempersiapkan bekal dari hotel.

5. Tempat tinggal 
Biasanya lebih murah memilih hostel untuk tempat tinggal dengan peserta yang banyak, karena akan lebih hemat perhitungannya. Dan untuk memilih tempat tinggal, kita harus teliti memilih rekomendasi dari website penyedia jasa tempat tinggal. Membaca kolom komentar juga sangat berguna karena sekali lagi kita bisa mendapatkan informasi tambahan yang mungkin tidak disediakan di informasi profile hotel/hostel yang kita pilih. Jangan lupa untuk melihatnya langsung di google satelite jika tempat tersebut terdaftar di google. Kita bisa memperkirakan keadaan tempat di sana sebelum kita sampai, misalkan seberapa jauh dari jalan utama dan berapa luas jalannya jika berada di pinggiran kota. Ini sangat penting untuk memperkirakan jarak tempuh setiap berpergian jika memang harus berjalan kaki sebelum ke jalan utama ataupun jika lebih memilih transportasi Uber apakah bisa dilewati mobil atau tidak.

Menurut saya 5 hal di atas adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan dalam pembuatan itinenari dan di postingan berikutnya saya akan memberikan contoh itinenary yang saya buat untuk perjalanan saya ke Bangkok selama 5 hari 4 malam. Juga menjelaskan bagaimana aplikasinya di sana. Terima kasih teman teman, semoga dapat membantu.


Penting gak penting

Sedang menata diri untuk bisa membuat postingan satu content satu hari selama liburan ini,
demi terwujudnya cita cita bangsa saya yang suka menulis dengan harapan ada orang yang membaca, terbantu dan ujungnya bisa menghasilkan pendapatan tambahan atau sampingan dari tulisan tersebut, Amin!

Sedang menonton ulang final NBAnya Warriors Vs Raptors yang versi fullnya di meja kerja suami yang tumben bersih banget jadinya bisa dengan benar menulis dengan posisi duduk yang sempurna, bukan di tempat tidur, karena sudah tidak ada lagi tempat kosong di rumah sangat sangat sederhana kami, karena sebagian besar lantai kosong sudah di penuhi dengan mainan anak anak saya yang terbentang dari timur ke barat, lebay!

Ditengah kesibukan mereka bermain bersama, saya yang dengan kuping tertutup di sebelah kiri, dengan bahagia dan bersyukurnya bisa dilibatkan bermain bersama mereka, terlepas ada pria pria tangguh dengan seragam biru kuningnya di layar laptop saya.

"Mami mau beli apa? pedes mami? sambal? dan lain dan lain" ujar Leica, anak saya yang namanya dikasih bapaknya karena dia suka kamera Leica. Informasi tambahan saja.
"Mami mau pesen apa?", ujar Marsahall, seraya mencontohkan pelayan yang sedang menulis pesanannya dengan obeng sebagai pulpen dan mainan kap mobil rusak sebagai notesnya. Iya anak pertama saya namanya seperti merek speaker, karena bapaknya lagi.

Ok.
Intinya penting gak penting adalah titik dua
Gak penting saya cerita panjang lebar yang intinya saya sangat senang sekali dan bersyukur bisa dilibatkan, diakui, dterima, direbutkan, dicari cari sama anak anak saya selagi saya liburan di rumah.

Marshall, Leica, mamah liburannya panjang kok, masih 2 bulan lagi baru masuk.

Sekian.


Teacher's Talk

perfectly captured by @paykoff

I've been blessed with both the opportunity and challenges to teach teenagers and early years.

I'd been teaching Teenagers for almost 7 years and now I'm in my 3rd year of teaching the Early Years.

Like you can imagine the big age gap that I have to adapt from teaching 14-17 years old kids to 3-6 years old kids, it's a like 11 years gap!

It was indeed a challenging situation that I need to adapt when all of the sudden you need to tell "all" the things that you don't need to say to teenagers, repetitively and where you need to think and sometimes "be" like an early years!, reading their mind is a skill to master too.

So what's the difference between teaching them?

Teaching teenagers means like I am the resources they needed me to be, just like a glass of water, I felt like I need to be full and overflown by any means of knowledge and good attitude, to transfer my knowledge and be a good example for them. I used to act like their mother, to be so chatty, and be their friends when they needed me to be one.

Buttt,

Surprisingly, teaching early years, it's the other absolutely way a round. I felt like I had my glass empty! They gave me so much energy, knowledge and wisdom so that my glass keep full. I am just their real supporter and facilitator, but they, most of the time, are teaching me; how to be so imaginative and "wild", to be happy in such a simple thing, how to be brave in discovering new things, be brave of just running and climbing, be nice, and the things that I almost forgot during my 30s. 

Being them for almost 3 years now, I have lots of things to share with you! Bare with me with my posting time management, but soon I'll share some more of my ideas and thoughts about them.

Happy Saturday peeps! :)







Memilih untuk tidak memilih

https://unsplash.com/@planiel

Tidak memilih, saat diberikan kesempatan untuk memilih, untuk bisa lepas dari sebuah "belenggu", karena terlalu bersyukur atas kesempatan kedua yang pernah ia terima,

Tidak memilih, karena tidak ada pilihan selain berjuang dan menjalani hari demu hari dengan tawakal karena penyakit berat yang ia derita, semangat bekerja, walau kaki sudah tidak bisa berjalan dengan normal.

Tidak memilih, karena sudah tidak bisa memilih, segala cara sudah mereka tempuh dan hanya bisa berharap agar doa doa mereka di jawab, dan akhirnya, setelah 4 tahun penantian, satu demi satu, perlahan, mereka bebas dan akan bebas.

Tidak memilih, untuk mengeluh, karena terlalu banyak berkat yang ia sudah terima, sehingga menjalaninya dengan ringan adalah salah satu cara yang bisa ia pikirkan.

Cerita di atas adalah kisah kisah nyata yang saya tangkap setelah saya merasakan pilihan egois seseorang.

Mereka yang diberikan banyak sekali pilihan, yang masih bisa memilih, namun yang mereka pilih adalah pilihan pilihan egois, pilihan yang tidak mementingkan orang lain, bahkan menjerumuskan orang lain.

Semoga bisa jadi bahan refleksi kita bersama.

xoxo