Teacher's Talk

perfectly captured by @paykoff

I've been blessed with both the opportunity and challenges to teach teenagers and early years.

I'd been teaching Teenagers for almost 7 years and now I'm in my 3rd year of teaching the Early Years.

Like you can imagine the big age gap that I have to adapt from teaching 14-17 years old kids to 3-6 years old kids, it's a like 11 years gap!

It was indeed a challenging situation that I need to adapt when all of the sudden you need to tell "all" the things that you don't need to say to teenagers, repetitively and where you need to think and sometimes "be" like an early years!, reading their mind is a skill to master too.

So what's the difference between teaching them?

Teaching teenagers means like I am the resources they needed me to be, just like a glass of water, I felt like I need to be full and overflown by any means of knowledge and good attitude, to transfer my knowledge and be a good example for them. I used to act like their mother, to be so chatty, and be their friends when they needed me to be one.

Buttt,

Surprisingly, teaching early years, it's the other absolutely way a round. I felt like I had my glass empty! They gave me so much energy, knowledge and wisdom so that my glass keep full. I am just their real supporter and facilitator, but they, most of the time, are teaching me; how to be so imaginative and "wild", to be happy in such a simple thing, how to be brave in discovering new things, be brave of just running and climbing, be nice, and the things that I almost forgot during my 30s. 

Being them for almost 3 years now, I have lots of things to share with you! Bare with me with my posting time management, but soon I'll share some more of my ideas and thoughts about them.

Happy Saturday peeps! :)







Memilih untuk tidak memilih

https://unsplash.com/@planiel

Tidak memilih, saat diberikan kesempatan untuk memilih, untuk bisa lepas dari sebuah "belenggu", karena terlalu bersyukur atas kesempatan kedua yang pernah ia terima,

Tidak memilih, karena tidak ada pilihan selain berjuang dan menjalani hari demu hari dengan tawakal karena penyakit berat yang ia derita, semangat bekerja, walau kaki sudah tidak bisa berjalan dengan normal.

Tidak memilih, karena sudah tidak bisa memilih, segala cara sudah mereka tempuh dan hanya bisa berharap agar doa doa mereka di jawab, dan akhirnya, setelah 4 tahun penantian, satu demi satu, perlahan, mereka bebas dan akan bebas.

Tidak memilih, untuk mengeluh, karena terlalu banyak berkat yang ia sudah terima, sehingga menjalaninya dengan ringan adalah salah satu cara yang bisa ia pikirkan.

Cerita di atas adalah kisah kisah nyata yang saya tangkap setelah saya merasakan pilihan egois seseorang.

Mereka yang diberikan banyak sekali pilihan, yang masih bisa memilih, namun yang mereka pilih adalah pilihan pilihan egois, pilihan yang tidak mementingkan orang lain, bahkan menjerumuskan orang lain.

Semoga bisa jadi bahan refleksi kita bersama.

xoxo






Looking for Passion?

pic by @austinchan

Apa itu passion? Di dalam terjemahan kamus Bahasa Indonesia, Passion adalah gairah , sesuatu yang ada di dalam hati yang rasanya seperti menggebu-gebu, yang membuat orang semangat, dan punya daya juang yang tinggi. Seletih apapun seseorang jika mengerjakan sesuatu dengan hasratnya mereka jarang sekali mengeluh dan selalu cari cara atau solusi terhadap kesulitan kesulitan yang dihadapi.

Bagaimana mendapatkannya? Kapan hasrat itu datang? Bagaimana saya tahu? Seperti apakah rasanya?

Bekerja dengan passion kita adalah mimpi semua orang, apalagi saat mereka menemukannya di usia muda, ya mereka dapat "merasakannya" dan hampir 99% dari mereka tahu, itulah yang mereka ingin lakukan sampai mereka tua.

Ya itulah passion, mereka tidak bisa di cari, namun dirasakan.

Rasanya saat kamu tahu kalau kamu mengingini sesuatu dan kamu mau fight 100% untuk itu, tidak takut jatuh, tidak takut gagal dan tidak takut apa kata orang. Even kalau kamu gagal, kamu akan bangkit lagi,lagi dan lagi dan disitulah passion itu muncul, bekerja dengan hasrat.

Dia selalu singgap di hati sanubari, bagaimana kita mampu peka untuk merasakannya, peduli dan memanfaatkannya. Dia akan selalu berbisik, tiap hari, bahkan tiap tahunnya kepada kamu. Seperti Api yang membara, yang tidak pernah mati. Tergantung kamu mau mendengarnya atau tidak.

Passion tidak semerta dikaitkan dengan pekerjaan, namun jika kamu bekerja sesuai dengan passion kamu, kamu adalah orang yang sangat beruntung!. Namun, jika kamu tetap bisa 'bahagia' dengan pekerjaan kamu sekarang, tulus ikhlas bekerja tanpa beban, termotivasi untuk membahagiakan orang terkasih, buat saya itu tidak masalah. Passion itu luas, passion itu adalah sesuatu yang menyeimbangkan hidup kamu .Tidak perlu seperti Steve Jobs yang bekerja dengan passion dan menjadi orang yang sangat sukses. Kamu bisa jadi diri kamu sendiri yang mungkin mendapatkan pasion kamu di luar pekerjaan, seperti bermain musi, melayani di komunitas, mengajar anak-anak, membuat kerajianan tangan atau apapun itu yang bisa membuat kamu bahagia.

Dulu waktu awal awal kuliah, saya mencari passion saya lewat buku, menonton video motivasi, dan bertanya ke teman-teman apa kelebihan saya. Kebingungan dan keraguanpun muncul, apakah benar pillihan jurusan saya?, apakah saya yakin saya akan bekerja di dunia pendidikan sampai saya tua nanti? apakah saya akan sukses nantinya? Ya begitulah jiwa muda saya, terlalu banyak yang dipikirkan, tidak santai. Namun bertahun tahun kemudian, seiring berjalannya waktu, dan tanpa saya sadari saya sebenarnya mendengarkan apa yang hasrat saya inginkan, melihat prosesnya, akhirnya saya dapat merasakan dan menemukan passion saya sendiri.

Jadi, untuk kamu kamu yang sedang dalam proses "pencarian" passion, sebenarnya jawaban itu ada di dalam diri kamu, yang harus kamu lakukan adalah menggali lebih dalam lagi ke dalam sanubari, merasakan, mendengarkan, buang semua pendapat orang lain mengenai kamu, kenalilah diri kamu,. Jika masih bingung, kamu bisa juga membuat sebuah cerita tentang sesuatu yang membuat kamu bahagia, karena pastinya akan mengalir sendiri dan tarik berbagai macam kesimpulan yang bisa diambil. Masih tidak menemukannya? Tidak apa-apa, perlu proses untuk sebagian orang untuk mulai menyadarinya. 

Semoga bermanfaat! :)

*Mau tahu commentnya kalian juga ya, Trims.




Dear Little Daughter

Photo by @mayurgala

It's okay to make mistakes,
It's okay not to be perfect,
It's okay to have the feelings that you're not good
and pretty enough,
It's okay that sometimes you feel alone,
It's okay that boy doesn't like you,
or you have those evil friends,
It's all okay..
That's life baby girl!

But,
It's not okay if you don't learn from your mistakes,
and keep the bad feeling for more than a day,
It's not okay that you keep comparing yourself to others,
find the good in you (God never fails to create us dear)
It's not okay to have the thinking that faces is all you got,
and those pretty faces win it all.
It's not okay if you keep that loneliness within you secretly,
just write it down! Mom liked to make a lotsss of poem to share the feeling,
It made me relieve!
It's not okay that you keep on chasing that non-deserved boy who doesn't like you,
let the losers gone, they really don't see the real beauty in you,
your brave heart and your silly jokes! (I see it now! :))
It's not okay to being dragged by those evils queen, come on dear they are just being jealous to you, trust Momma!

So yeah baby girl,
It's okay to feel that way, but you need to rise up and stand up!
along the way you will see and know, that those things happened for a reason,
and that will make you who you really are in the future!

Mommy, Daddy, Big Brother love YOU!


Asi 1 Tahun


Saat saya sedang memerah asi di mushola wanita di sekolah saya, selesai sholat seorang ibu menyapa saya dan kita bercerita.

Saya "Iya bu, anak saya sudah mau satu tahun. cukup bu, gak berlebih juga."
Ibu : "Saya juga dulu asi saya melimpah, sampai saya harus donor asi ke orang lain, tapi saat anak saya usia 3 bulan saya di vonis kanker payudara stadium 3, saya harus berhenti mendonor asi dan saya fokus memompa sebanyak banyaknya asi saya untuk anak saya karena untuk persiapan kemoterapi saya. Pagi siang malam saya memompa sampai akhirnya cukup persediaan 3 bulan ke depan, ya walau harus di campur dengan formula dengan perbandingan 80/20 (kalau saya tidak salah ingat)." "Anak saya sekarang kelas 3, dan setiap dia berulang tahun, saya masih bersyukur dikasih umur panjang."

Semua ibu punya kondisinya masing-masing untuk masalah menyusui, masing-masing dari kami memiliki pengalaman yang berbeda tentang menyusui, tidak bisa disamakan, tidak bisa dipaksa untuk sama.

Bagi saya, pengalaman menyusui sampai 1 tahun adalah pengalaman yang mendewasakan. Karena butuh waktu, tenaga, pikiran dan semangat untuk melaluinya. Asi saya tidak melimpah, hanya cukup. Tetapi perjuangan menyelesaikan satu tahun full asi itu yang menumbuhkan kepercayaan diri, bahwa saya bisa. Pengalaman menyusui MJ sebelumnya yang hanya bisa 4 bulan full asi membuat saya sangat tertantang untuk meneruskan perjuangan asi ke Leica. Bagaimana saat itu saya harus menjaga makan saya, tidak boleh makan dan minum aneh-aneh karena memang sangat mempengaruhi pencernaan Leica, di minta untuk diet ketat hanya makan daging dan sayuran sewaktu Leica di indikasikan terkena alergy, di 'sinisi' dokter untuk memakan makanan yang sehat saja jangan ini itu "Gimana anaknya gak pupnya keras, ibunya blabla." Saat sedang sakit dan tidak enak badan, asi saya semakin berkurang dan hampir putus asa untuk langsung campur formula saja, namun kembali ngotot dan bersyukur karena masih di berikan produksi asi yang cukup membuat saya semangat lagi.

Dan setelah Leica satu tahun, walau saya masih tetap memompa (karena masih berproduksi) saya mencukupkan diri untuk menambahkan formula ke Leica. Jadi bukan biar keren, bukan biar dapat sertifikat S3, Profesor dan lain-lain, bukan jadi merasa diri hebat dari lainnya, atau diri kurang karena yang lain S3 dan blablabla. Tapi karena itu pilihan saya yang merupakan pilihan yang terbaik untuk anak saya. Tidak bisa dibandingkan, tidak bisa disamakan. Karena kembali ke cerita ibu tadi, bersyukurlah masih bisa menjadi ibu yang sehat dan bahagia untuk anak-anak kita.

Amin. :)

1st Birthday Party


Dari awal saya dan suami sudah merencanakan merayakan ulang tahun Leica tidak di rumah karena ingin santai dan tidak mau ribet, datang ke tempat acara lalu pulang dan tidak repot bersih-bersih. :P. Jadilah kami memutuskan merayakannya di tempat yang sangat dekat dengan rumah, tidak sampai 10 menit perjalanan kami ke sana. 

Waktu ulang tahun MJ yang pertama kami mengundang semua tetangga dan beberapa saudara kami, dan untuk Leica kali ini kami mengundang beberapa saudara dan anak teman-teman saya dan papanya yang kebetulan usianya tidak jauh dari Leica.

Dua jam yang sangat singkat dan padat. Pencapaian tidak ribet pas di hari H tercapai, hanya saya saja yang ribet buat design banner dan set up dekorasi meja ulang tahun (ini karena saya maunya banyak..:) . Tapi saya sangat bersyukur saya membuatnya karena saat hari H melihat anak-anak yang datang maju ke depan mengambil cemil-cemilannya membuat hati senang. Mereka polos-polos banget, bolak balik ambil cemilannya dan mereka senang sekali. Untung saya punya spare lebih, jadi sampai acara selesai saya refill terus sehingga selain mereka senang, meja jadi tidak kosong. :P

Yang paling penting dari semua acara ini adalah melihat Leica happy. Ya, dia senang sekali, dia senang banyak orang yang datang, dia sampai lompat lompat melihat semua orang yang datang dan mendengar musik. It's worth everything.

Saya ingin mensharekan beberapa pengalaman saya yang mungkin bisa bermanfaat untuk semua yang ingin merayakan ulang tahun di luar rumah (atau lebih tepatnya di fast food restaurant yang saya pilih).


1. Booking tempat
Kalau sudah pasti akan tempat perayaan ulang tahun, alangkah baiknya segera di reservasi jauh- jauh hari, kalau bisa maksimal 2 minggu sebelum hari H, apalagi kalau yang diharapkan tanggalnya jatuh pada weekend. Saya saja yang membooking tempat dari 2 minggu sebelumnya hanya tinggal sisa satu slot saja. Di McD, perayaan ulang tahun berlangsung selama 2 jam, dan slot waktunya ada di pukul 10 pagi, 1 siang, dan 4 sore. Beruntungnya Leica masih bisa merayakan di tanggal yang sama pada pukul 4 sore. 

Tempat yang saya pilih adalah McDonald dekat rumah, selain jarak yang menguntungkan, McD yang saya pilih adalah salah satu McD yang sangat luas tempatnya untuk perayaan ulang tahun, lebih nyamannya lagi, sudah disediakan bangku bangku kosong khusus untuk orang tua supaya mereka bisa ikut berpartisipasi di acara, bukan seperti McD lain yang saya datangi, orang tua tersebar di bangku-bangku tempat makan biasa, atau bahkan berdiri karena sudah tidak dapat bangku kosong saat sampai ke acara.

2. Tamu
Di McD minimal tamu yang diundang adalah 20 anak dan maksmial 80. Kalaupun masih mau berubah dan ingin ditambah masih bisa dilakukan penambahan dengan konfirmasi sebelum hari H.

3. Konfirmasi
Bicara tentang konfirmasi, jangan sampai lupa untuk selalu konfirmasi keinginan atau perubahan ke PIC dari pihak mereka. Saya berhubungan dengan 3 orang yg berbeda (berubah-ubah) dan karena saya tidak mau terlalu mudah percaya, maka saya selalu konfirmasi ke mereka lewat telfon atau datang langsung. Karena setiap pergantian orang ada saja informasi yang miss, sampai hari H tamu saya belum di rubah jumlahnya, tapi karena saya datang setengah jam sebelum waktu acara, mereka masih bisa mempersiapkan sisa kekuranganya.

4. Paket
Ada dua paket yang ditawarkan di Mcd yaitu, Silver dan Gold dan beberapa menu makanan yang bisa kita pilih untuk bingkisan anak-anak. Souvenir yang di tawarkan adalah tempat makan, bedanya hanya kalau paket Gold lebih sturdy bahannya dibandingkan Silver. Saya memilih paket silver dengan menu panas 1 @38.500 (nasi, 1 ayam dan teh kotak).

Di sana ada pilihan juga jika ingin tambah menu untuk orang dewasa (orang tua) yang datang, tapi saya dikasih ide yang lumayan menghemat budget banget yaitu memesan sendiri di luar paket ulang tahun, yang kalau memesan bersamaan dengan anak akan kena sekitar @28.00 dengan pajak. Saya lebih memilih memesan paket @18.500 (1 nasi, 1 ayam, dan aqua kecil) dengan minimum pembelian 50. Untuk pembelian paket ini lebih baik di pesan lewat telfon dan jangan ditanya bersamaan saat reservasi ulang tahun (karena tentu saja tidak bisa, mereka sudah punya paket sendiri). Saya order lewat telfon sehari sebelumnya untuk diambil siangnya sebelum waktu perayaan sehingga bisa dimasukkan ke goodie bag bersama dengan snack-snac- kekil yang sudah saya buat untuk tambahan isi goodiebag.

5. Goodiebag
Selain bingkisan dan makanan yang disediakan pihak McD untuk anak anak yang datang, saya juga menambahkan satu bungkus bingkisan snack-snack kecil untuk mereka dan satu menu makanan yang sudah saya pesan sebelumnya untuk orang tua yang datang. Untuk isi snack, dengan budget @20.000 sudah lumayan banyak isinya. Rekomendasi tempat pembelian snack yang pasti di warung - warung grosiran atau di swalayan Hari Hari yang harganya sama dengan harga grosiran.

6. Kue Ulang Tahun
Kue Ulang tahun Leica di pesan dari rekanan McD, pilihannya banyak dan rasanya lumayan enak kok dan harganya juga standar dengan kue ulang tahun di luar. Sayangnya kalau tidak memesan di rekanan mereka, kue ulang tahunnya hanya berupa dekorasi alias tidak bisa di potong dan dibagi-bagikan ke tamu tamu yang datang, aneh ya tapi itu regulasinya.

7. Dekorasi
Saat saya datang untuk konfirmasi pembelian kue ulang tahun, karena harus di bayar langsung, kebetulan saat itu ada yang sedang merayakan ulang tahun. Saya agak sedikit kaget, karena dekorasinya sangat sepi, ada beberapa bagian dinding yang terlihat kosong dan meja kue yang agak besar, sehingga meja kue ulang tahun terlihat sepi. Ya mungkin untuk beberapa orang itu sudah bagus, tapi karena saya sangat visual saya langsung panik dan seminggu sebelum hari H langsung merancang dekorasi dinding dan meja kue ulang tahun. Bagian mendekor inilah yang membuat saya tetap ribet sendiri. :P

Saya membuat banner untuk menutupi dinding yang kosong, dengan mengambil free vector untuk background ulang tahun, dan membeli beberapa balon lucu dari Tokopedia; saya membeli balon bintang dan balon putih transparan. Saran untuk pembelian balon atau perlengkapan dekorasi, lebih baik mencari satu toko yang sama sehingga bisa menghemat ongkos delivery. Untuk print banner yang ukuranya sekitar 2 meter saya kerjakan di dekat rumah saya, langsung jadi dan dengan harga yang cukup terjangkau, Rp.50.000.


8. Dokumentasi
Dokumentasi penting sekali untuk diingat, harus ada orang yang benar-benar in charge untuk mengambil dokumentasi supaya setiap moment tidak terlewatkan. Acara ulang tahun Leica saya meminta kaka saya untuk mengambil foto dan senangnya lagi ada teman saya yang juga seorang photografer mengambil foto-foto kami. Jadi ulang tahun Leica punya banyak foto-foto yang didokumentasikan.

9. Hari H
Saya datang di tempat setengah jam sebelum waktunya, yaitu pukul 15.30, masih sempat dekorasi meja ulang tahun, menempel banner di dinding, dan mengatur ulang dekorasi yang telah mereka buat. Acara memang di prediksikan setengah jam setelah jam 4 sambil menunggu tamu tamu yang belum datang. MC memulai pukul 4.30 dan selesai kurang lebih bukul 5.30, jadi ada waktu setengah jam lebih untuk foto-foto dan bersosialisasi dengan tamu tamu undangan. Saya juga sengaja membuat dress code putih bagi tamu yang hadir karena tempat perayaanya sendiri sudah sangat penuh dengan warna.

10. Budgeting
Pengeluaran Leica di bandingkan dengan abangnya MJ, 3 tahun yang lalu hanya selisih sekitar 1 juta yang menurut saya sangat hemat. Jika memang ingin di rayakan di McD yang paling penting bisa menutup paket untuk anak-anaknya. Sisanya bisa dikondisikan dan dibuat sekreatif mungkin. Banyak yang bisa di minimalisir jika memang ada persiapan dan tidak terburu-buru.

Semoga sharing saya bisa bermanfaat buat teman-teman yang membaca, dari semua poin yang di atas, dalam perayaan apapun, yang paling utama kita harus happy dan fun, jangan karena persiapan ini itu, saat hari Hnya tiba kita jadi capek, tidak semangat, berantem, dll.. :)

See you!




Give Thanks


Dear God,

Thank you for today, thank you for everything that You've given us. Thank you for holding our hands as always, thank You for being there for us. Thank you for Leica's and MJ's health, thank you for everything. Thank You, thank You. It feels so magical since the very beginning you let 'this' happened. But we know that we have You, we know that You will always there to support us, no matter what. Thank You is not enough I know. I know that You want us to give our best to the people around us, help others in need. When I looked back, it didn't like make any sense, in terms of that so many things happened before this. You granted us more than we could ask for.  Thank you God.