Showing posts with label SELF-TALK. Show all posts

2 slices of bread, a cup of coffee and so many distactions

My body still waking up at a normal time hours even though it is a holiday, sorry not a holiday, but THE holiday. This is the time that I am waiting after a full school year, they called it a well-deserved break. 

But my first week full of organising, cleaning up stuffs and helping my sister who got sick because of the dengue fever. And this is my first time who really can do a self reflection and contemplation because I am too tired and overwhelmed. Not too mention the plumbing problem that made so much effort to do the dishes and laundry. The reason why is that, I did all the things by my self. I don't want to be drained too much. I need to slow down and take a step back for all the 'small things' that happened, it is surely small I need to be smart to find the solution.

The distractions here came from so many aspects, many areas, many ways. I don't know how important is to manage distractions, this skill right here, I hope to teach my children to learn it earlier. The easy distraction comes from how easy is to get the things that we enjoy, a one way click of watching a 40 episode of Netflix, a finger tips of strolling down the lane your Warriors Championship story, your willing to add more skills in to your resume, dealing with deadline, helping husband to build brands, thinking of how to lose weights while other things like dealing with daily house hold chores, what to cook or even order for today, what to play with my children and also how to support my husband in every way. 

I know I need to push the pause button. I need to step away and look from outside. What should I do things differently, I still need 7 weeks before the school start. This post is a big matter. I hope to share a good thing for the next post.

Love


hunz

Waking up at 4 in another place

- Malas bercerita dan merangkai cerita.. hehe

- Kembali ke sini karena sedang lagi staycation semalem, trus gak bawa ipad buat gambar (sengaja menikmati sesuatu yg berbeda), gak bawa note book buat nulis (sengaja juga) dan saya sudah terlalu bosan memasukan segala informasi yang ada di dunia si Maya sana. 

- Dunia sudah sangat berubah blogger, sekaran perubahan sangat sangat cepat.. dulu platform seperti blog bisa bertahan puluhan tahun, skrg sesuatu yg baru pasti di ikuti dengan saingannya, jadi ya capek sih ngikutin semua orang.

- Blogger sudah tidak trend, karena orang orang sudah mulai pindah ke sesuatu yg ringkas seperti instagram.

- Orang orang sudah tidak appreciate easy comunication, semuanya sepertinya mudah cepat dan "murah."

- Ada orang yg tidak pernah kena covid sama sekali dalam waktu 3 tahun, ada yg 3 kali kena dalam jangka waktu 3 tahun, saya yang terakhir. Never been easy. Too long to share.

- Otak saya emang random penuh dengan poin-poin yang berterbangan yang harus di tangkap satu satu.

- Jangan lupa dihitun keuangan hunz.

- Jadi han, udah mau nambah umur lagi nih, jangan lupa, it's not all about you hunz! mau semua orang menggembor2kan self-love, tp sebenarnya when you don't think too much of your self, instead for other people (genuinenly for other people who in needs, bukan karena biar mereka suka or seek for their validation) when you do that, shows that you already FULL of yourself that you want to do more. 

- Ohya, kemarin bertemu dengan sekelompok nenek nenek dan kakek kakek, mereka having so much fun! kind of nenek dan kakek yg bukannya gaul dan merasa muda, justru mereka terlihat lebih muda karena mereka so happy and having so much fun. Mereka lucu foto2, gak bawa keluarga or cucu cucu mereka, tapi kaya satu pertemanan gitu. In my mind, I will enjoy this phase of my life! taking care and getting so busy with my children. Saat melihat mereka dan berandai, kalau nanti seumuran mereka mungkin MJ dan Leica lagi kuliah di luar negeri, or sibuk dengan kegiatan mereka masing - masing. So, I will ENJOY and APPRECIATE every little things with them. 

- Yaudah gak usah kelamaan nulis, semenit lagi jam 6. Mau muter muter dulu, trying to enjoy life and breath fresh air!

Love you teman teman..

xoxo

hunz

Memilih untuk tidak memilih

https://unsplash.com/@planiel

Tidak memilih, saat diberikan kesempatan untuk memilih, untuk bisa lepas dari sebuah "belenggu", karena terlalu bersyukur atas kesempatan kedua yang pernah ia terima,

Tidak memilih, karena tidak ada pilihan selain berjuang dan menjalani hari demu hari dengan tawakal karena penyakit berat yang ia derita, semangat bekerja, walau kaki sudah tidak bisa berjalan dengan normal.

Tidak memilih, karena sudah tidak bisa memilih, segala cara sudah mereka tempuh dan hanya bisa berharap agar doa doa mereka di jawab, dan akhirnya, setelah 4 tahun penantian, satu demi satu, perlahan, mereka bebas dan akan bebas.

Tidak memilih, untuk mengeluh, karena terlalu banyak berkat yang ia sudah terima, sehingga menjalaninya dengan ringan adalah salah satu cara yang bisa ia pikirkan.

Cerita di atas adalah kisah kisah nyata yang saya tangkap setelah saya merasakan pilihan egois seseorang.

Mereka yang diberikan banyak sekali pilihan, yang masih bisa memilih, namun yang mereka pilih adalah pilihan pilihan egois, pilihan yang tidak mementingkan orang lain, bahkan menjerumuskan orang lain.

Semoga bisa jadi bahan refleksi kita bersama.

xoxo






Looking for Passion?

pic by @austinchan

Apa itu passion? Di dalam terjemahan kamus Bahasa Indonesia, Passion adalah gairah , sesuatu yang ada di dalam hati yang rasanya seperti menggebu-gebu, yang membuat orang semangat, dan punya daya juang yang tinggi. Seletih apapun seseorang jika mengerjakan sesuatu dengan hasratnya mereka jarang sekali mengeluh dan selalu cari cara atau solusi terhadap kesulitan kesulitan yang dihadapi.

Bagaimana mendapatkannya? Kapan hasrat itu datang? Bagaimana saya tahu? Seperti apakah rasanya?

Bekerja dengan passion kita adalah mimpi semua orang, apalagi saat mereka menemukannya di usia muda, ya mereka dapat "merasakannya" dan hampir 99% dari mereka tahu, itulah yang mereka ingin lakukan sampai mereka tua.

Ya itulah passion, mereka tidak bisa di cari, namun dirasakan.

Rasanya saat kamu tahu kalau kamu mengingini sesuatu dan kamu mau fight 100% untuk itu, tidak takut jatuh, tidak takut gagal dan tidak takut apa kata orang. Even kalau kamu gagal, kamu akan bangkit lagi,lagi dan lagi dan disitulah passion itu muncul, bekerja dengan hasrat.

Dia selalu singgap di hati sanubari, bagaimana kita mampu peka untuk merasakannya, peduli dan memanfaatkannya. Dia akan selalu berbisik, tiap hari, bahkan tiap tahunnya kepada kamu. Seperti Api yang membara, yang tidak pernah mati. Tergantung kamu mau mendengarnya atau tidak.

Passion tidak semerta dikaitkan dengan pekerjaan, namun jika kamu bekerja sesuai dengan passion kamu, kamu adalah orang yang sangat beruntung!. Namun, jika kamu tetap bisa 'bahagia' dengan pekerjaan kamu sekarang, tulus ikhlas bekerja tanpa beban, termotivasi untuk membahagiakan orang terkasih, buat saya itu tidak masalah. Passion itu luas, passion itu adalah sesuatu yang menyeimbangkan hidup kamu .Tidak perlu seperti Steve Jobs yang bekerja dengan passion dan menjadi orang yang sangat sukses. Kamu bisa jadi diri kamu sendiri yang mungkin mendapatkan pasion kamu di luar pekerjaan, seperti bermain musi, melayani di komunitas, mengajar anak-anak, membuat kerajianan tangan atau apapun itu yang bisa membuat kamu bahagia.

Dulu waktu awal awal kuliah, saya mencari passion saya lewat buku, menonton video motivasi, dan bertanya ke teman-teman apa kelebihan saya. Kebingungan dan keraguanpun muncul, apakah benar pillihan jurusan saya?, apakah saya yakin saya akan bekerja di dunia pendidikan sampai saya tua nanti? apakah saya akan sukses nantinya? Ya begitulah jiwa muda saya, terlalu banyak yang dipikirkan, tidak santai. Namun bertahun tahun kemudian, seiring berjalannya waktu, dan tanpa saya sadari saya sebenarnya mendengarkan apa yang hasrat saya inginkan, melihat prosesnya, akhirnya saya dapat merasakan dan menemukan passion saya sendiri.

Jadi, untuk kamu kamu yang sedang dalam proses "pencarian" passion, sebenarnya jawaban itu ada di dalam diri kamu, yang harus kamu lakukan adalah menggali lebih dalam lagi ke dalam sanubari, merasakan, mendengarkan, buang semua pendapat orang lain mengenai kamu, kenalilah diri kamu,. Jika masih bingung, kamu bisa juga membuat sebuah cerita tentang sesuatu yang membuat kamu bahagia, karena pastinya akan mengalir sendiri dan tarik berbagai macam kesimpulan yang bisa diambil. Masih tidak menemukannya? Tidak apa-apa, perlu proses untuk sebagian orang untuk mulai menyadarinya. 

Semoga bermanfaat! :)

*Mau tahu commentnya kalian juga ya, Trims.




Dear Little Daughter

Photo by @mayurgala

It's okay to make mistakes,
It's okay not to be perfect,
It's okay to have the feelings that you're not good
and pretty enough,
It's okay that sometimes you feel alone,
It's okay that boy doesn't like you,
or you have those evil friends,
It's all okay..
That's life baby girl!

But,
It's not okay if you don't learn from your mistakes,
and keep the bad feeling for more than a day,
It's not okay that you keep comparing yourself to others,
find the good in you (God never fails to create us dear)
It's not okay to have the thinking that faces is all you got,
and those pretty faces win it all.
It's not okay if you keep that loneliness within you secretly,
just write it down! Mom liked to make a lotsss of poem to share the feeling,
It made me relieve!
It's not okay that you keep on chasing that non-deserved boy who doesn't like you,
let the losers gone, they really don't see the real beauty in you,
your brave heart and your silly jokes! (I see it now! :))
It's not okay to being dragged by those evils queen, come on dear they are just being jealous to you, trust Momma!

So yeah baby girl,
It's okay to feel that way, but you need to rise up and stand up!
along the way you will see and know, that those things happened for a reason,
and that will make you who you really are in the future!

Mommy, Daddy, Big Brother love YOU!


5 Minutes Talk

I was in the middle of listening to what Jim Kwik  said about the Power of Morning Routine, so many things that were right and it struck me of how easy people got depressed nowadays and the top reason for that is they compare themselves to others by seeing others' people "feed" (life, red). They tend less satisfied and grateful. How quick we are feeling sorry for our lives and judging that their life is happier, better, cooler and so on and so forth. I had that feeling too sometimes, but then I aware that was just my fake emotions or feelings then I stop and I think about my happy family, the reason that I always feel grateful and happy. Yeps, we need to have some awareness and some thing to be grateful about so that you will not dragged by this social sickness that made by us. Morning people.