Wanita Panggilan #2

4:40:00 AM hanny arianty gultom 0 Comments

Here goes the real story!

Euphoria tentang kelahiran berhenti sekejap saat mengetahui bahwa bayi saya harus dibawa ke ruang perawatan bayi. Ditemani derasnya bunyi hujan saat itu menambah kecemasan saya dan suami. Seketika seorang suster datang menghampiri, berusaha mengambil kolostrum yg akan diberikan kepada bayi saya, "Mah, ini cairan penting banget buat bayi, cairan emas ini mah, bayi mamah kan gula darahnya rendah, kalau minum ini bisa naik mah." 

Apa lagi ini. Gula darah rendah. Come on please tell me completely. (berkecamuk di otak)


Saat tiba di ruang perawatan Ibu, saya dan suami saling menghibur dan menguatkan satu sama lain. Melihat bayi2 yang dijejer tiap pagi dengan suara tangisan yg terdengar seperti paduan suara itu membuat saya dan suami menghela nafas, sedih dan mengelus dada, sabar.


Tiga hari saya dan bayi berada di ruangan yg berbeda, tiga hari lamanya pula saya harus mengunjungi dia di ruang perawatan bayi yang berbeda gedung. Setiap 3x sehari selama tiga hari saya berkunjung ke sana hanya untuk bercerita dan berdoa bersama sambil berusaha keras mengantarkan kolostrum yang hanya 0.5 ml saat itu. Melihat tubuh kecilnya dipasang infus di hidung dan dimulut kecilnya dan di kakinya di pasang monitor kecil, menyayat hati saya, dan terlebih suami. Cemas dan cemas, hanya itu saja yg bisa kami rasakan, kami tidak mengerti angka2 di monitor itu, tidak mengerti pula arti tangisan yg dia keluarkan. Melihat namanya terpampang di papan tulisan Allert! bersama satu bayi lain membuat hati saya kaku. 


Saat saya berharap bayi saya bisa pulang bersamaan dengan sudah pulihnya kondisi saya setelah melahirkan, dokter anakpun mengeluarkan diagnosa medisnya. 


"Pak, bu, bayi bapak dan ibu saat lahir kondisinya kurang oksigen dan gula darahnya rendah. Kemungkinan karena lamanya saat di jalan lahir, saat berada di panggul ibu yang menyebabkan dia kekurangan oksigen dan adaptasi anak di luar rahim ibu yang mungkin jg menyebabkan kadar gula darahnya rendah, tetapi dua hal ini juga merupakan indikasi bayi terkena sepsis atau ada infeksi dalam darah, mungkin juga keracunan ketuban ibu yang sudah pecah sebelumnya. Jadi kita akan liat apakah ada infeksi atau tidak,kurang lebih 5 hari kita akan mendapatkan hasil laboratoriumnya. Bapak bisa liat di internet apa itu sepsis" 



(to be continued)


You Might Also Like

0 comments: