Kehamilan Kedua

11:36:00 PM hanny arianty gultom 0 Comments


Bersyukur sekali di kasih kesehatan dan kelancaran sebelum akhirnya cuti lahiran sebelum due datenya. Berbeda dengan kehamilan sebelumnya, kali ini saya merasakan eneg di awal-awal semester pertama sehingga saya jadi malas makan dan berat badan saya cenderung turun. Banyak yang tidak sadar kalau saya sedang hamil karena berat badan yang tidak naik secara signifikan; namun barulah di bulan ke 6 dan kebetulan setelah liburan berat badan saya naik sampai 6 kg dalam waktu seminggu dan orang-orang akhirnya sadar kalau saya sedang hamil. :)

Selain itu di hamil kedua ini saya memilih untuk lebih santai dan tidak khawatir yang berlebihan, karena memang selain fokus saya dalam mengurus MJ yang juga menyita kekhwatiran saya, saya juga dapat saran untuk lebih santai dan tenang dari sahabat saya karena memang itu yang dibutuhkan seorang Ibu. Jadilah saya lebih tough dan tidak cranky, karena ya memang tidak ada pilihan lain selain menjadi kuat kan?

Di kehamilan kedua ini juga saya dan Papa MJ sudah mempersiapkan sedikit demi sedikit mental MJ untuk menjadi seorang abang; dari pandangan kita nanti terhadap MJ sampai attachment yang saya buat agar MJ merasakan kehadiran adiknya.

MJ will be a Big Brother but...
Saya dan Papa MJ sepakat walau MJ sudah semakin pintar dan semakin mengerti kehadiran adiknya dia tetap masih anak-anak. Dalam arti, berusaha sebaik mungkin untuk tidak menuntut or memaksa MJ untuk mengerti segalanya. Tidak membiasakan frase yang terus menerus didengungkan di kuping MJ, seperti "MJ kan mau jadi abang, gak boleh cengeng" ,"MJ kasian dong mamanya kan ada adiknya." , "MJ kok gitu sama adiknya, cium dong perut mamanya." , dll. Saya suka mengganti frase saya seperti "MJ, jangan lari-lari dong kalau makan, kan mamah udah endut, udah gede, susah geraknya." Bahkan saat nanti kalau adiknya sudah lahir, kami sudah memikirkan bagaimana cara untuk memperhatikan MJ dan mengajak dia untuk sama-sama involve merawat adiknya. Karena kami yakin in the end he will love his sister naturally. 

MJ with the Baby
Attachment yang saya sebutkan tadi antara lain memperkenalkan MJ dengan adik bayi sejak dalam kandungan. Dari awal kehamilan saya, saya sudah bilang ke MJ kalau di perut saya ada adiknya MJ, karena sebelumnya dia sudah punya konsep itu dari tantenya yang sudah melahirkan anaknya. Jadi menjadi abang dan mengalami berkurangnya perhatian yang terbelah dari opung-opungnya sudah pernah dirasakan MJ sebelumnya. Selain itu saya suka minta dia untuk mencium adiknya setelah pulang kerja atau sebelum tidur, pun kalau dia tidak mau saya tidak akan memaksakan dia. MJ juga sering ajak komunikasi adiknya, "Dede lagi pain?" "Lagi gelak-gelak ma." apalagi saat adik bayinya sudah aktif gerak-gerak di perut saya, dia jadi semakin merasakan kehadiran adiknya. Mencoba membacakan buku-buku bayi ke MJ dan buku-buku anak tentang kemandirian juga salah satu cara, tapi ya memang MJ tidak terlalu tertarik dengan buku-buku tersebut dibandingkan buku lainnya, namanya juga pengenalan tidak perlu harus mendalam kan. 

Persiapan Kelahiran
Walau berbeda gender, saya memutuskan memakai kembali semua barang-barang bayi MJ, karena memang kebanyakan baju-baju MJ warnanya netral dan juga masih bagus-bagus karena selain jarang di pakai saya juga sudah menyimpanya dengan rapih di satu box khusus. Palingan selimut saja yang saya beli berwarna pink, karena selimut bayi MJ masih di pakai sampai sekarang dan dia tidak mau lepas dari selimut itu. Gendongan, botol-botol asi, stroller, tempat tidur bayi dan peralatan lainnya masih ada jadi tinggal merapihkan saja.

Untuk persiapan mental, selain saya berusaha untuk lebih santai dan tenang saya juga tetap ikut senam hamil, biar bugar dan diingatkan kembali cara mengejan dan bernafas yang baik. Selain itu selama saya cuti saya lebih banyak meluangkan waktu dengan MJ dengan banyak mengajaknya berjalan-jalan keluar dan bermain bersama.

Sudah tidak sabar ketemu dede LA, doakan ya semoga semuanya lancar. ya Amin



You Might Also Like

0 comments: