Showing posts with label THOUGHT. Show all posts

Looking for Passion?

pic by @austinchan

Apa itu passion? Di dalam terjemahan kamus Bahasa Indonesia, Passion adalah gairah , sesuatu yang ada di dalam hati yang rasanya seperti menggebu-gebu, yang membuat orang semangat, dan punya daya juang yang tinggi. Seletih apapun seseorang jika mengerjakan sesuatu dengan hasratnya mereka jarang sekali mengeluh dan selalu cari cara atau solusi terhadap kesulitan kesulitan yang dihadapi.

Bagaimana mendapatkannya? Kapan hasrat itu datang? Bagaimana saya tahu? Seperti apakah rasanya?

Bekerja dengan passion kita adalah mimpi semua orang, apalagi saat mereka menemukannya di usia muda, ya mereka dapat "merasakannya" dan hampir 99% dari mereka tahu, itulah yang mereka ingin lakukan sampai mereka tua.

Ya itulah passion, mereka tidak bisa di cari, namun dirasakan.

Rasanya saat kamu tahu kalau kamu mengingini sesuatu dan kamu mau fight 100% untuk itu, tidak takut jatuh, tidak takut gagal dan tidak takut apa kata orang. Even kalau kamu gagal, kamu akan bangkit lagi,lagi dan lagi dan disitulah passion itu muncul, bekerja dengan hasrat.

Dia selalu singgap di hati sanubari, bagaimana kita mampu peka untuk merasakannya, peduli dan memanfaatkannya. Dia akan selalu berbisik, tiap hari, bahkan tiap tahunnya kepada kamu. Seperti Api yang membara, yang tidak pernah mati. Tergantung kamu mau mendengarnya atau tidak.

Passion tidak semerta dikaitkan dengan pekerjaan, namun jika kamu bekerja sesuai dengan passion kamu, kamu adalah orang yang sangat beruntung!. Namun, jika kamu tetap bisa 'bahagia' dengan pekerjaan kamu sekarang, tulus ikhlas bekerja tanpa beban, termotivasi untuk membahagiakan orang terkasih, buat saya itu tidak masalah. Passion itu luas, passion itu adalah sesuatu yang menyeimbangkan hidup kamu .Tidak perlu seperti Steve Jobs yang bekerja dengan passion dan menjadi orang yang sangat sukses. Kamu bisa jadi diri kamu sendiri yang mungkin mendapatkan pasion kamu di luar pekerjaan, seperti bermain musi, melayani di komunitas, mengajar anak-anak, membuat kerajianan tangan atau apapun itu yang bisa membuat kamu bahagia.

Dulu waktu awal awal kuliah, saya mencari passion saya lewat buku, menonton video motivasi, dan bertanya ke teman-teman apa kelebihan saya. Kebingungan dan keraguanpun muncul, apakah benar pillihan jurusan saya?, apakah saya yakin saya akan bekerja di dunia pendidikan sampai saya tua nanti? apakah saya akan sukses nantinya? Ya begitulah jiwa muda saya, terlalu banyak yang dipikirkan, tidak santai. Namun bertahun tahun kemudian, seiring berjalannya waktu, dan tanpa saya sadari saya sebenarnya mendengarkan apa yang hasrat saya inginkan, melihat prosesnya, akhirnya saya dapat merasakan dan menemukan passion saya sendiri.

Jadi, untuk kamu kamu yang sedang dalam proses "pencarian" passion, sebenarnya jawaban itu ada di dalam diri kamu, yang harus kamu lakukan adalah menggali lebih dalam lagi ke dalam sanubari, merasakan, mendengarkan, buang semua pendapat orang lain mengenai kamu, kenalilah diri kamu,. Jika masih bingung, kamu bisa juga membuat sebuah cerita tentang sesuatu yang membuat kamu bahagia, karena pastinya akan mengalir sendiri dan tarik berbagai macam kesimpulan yang bisa diambil. Masih tidak menemukannya? Tidak apa-apa, perlu proses untuk sebagian orang untuk mulai menyadarinya. 

Semoga bermanfaat! :)

*Mau tahu commentnya kalian juga ya, Trims.




MJ dan Bahasa #1


Dari jaman kuliah mau banget dokumentasiin bagaimana MJ menguasai bahasa lain selain bahasa ibunya. Dalam hati bisa dijadikan case study dengan subjectnya adalah MJ. Well, terealisasi atau tidak, yang penting dokumentasinya tetap jalan. Sudah hampir sebulan ini MJ mulai aktif menggunakan bahasa inggris saat berbicara dengan saya dan papanya, karena perkembangan dia yang significant jadilah saya tertarik untuk menuangkannya kedalam post saya kali ini.
photo by @helloquence
Ada beberapa poin yang bisa saya tulis tentang bagaimana MJ belajar bahasa asing dan perkembangan yang dia raih.

Awalnya
Saya memang memilih agar MJ fasih berbahasa indonesia terlebih dahulu baru mengajaknya belajar bahasa asing. Kenapa demikian? karena saya tidak ingin dia bingung akan bahasa yang digunakan (banyak baca saat di kuliah dulu) dan juga karena tahu bahwa anak-anak mempunyai daya serap yang sangat tingg sampai di usia emasnya, jadi saya tidak takut kalau MJ ketinggalan untuk belajar bahasa asing.

Yang saya lakukan
Sembari MJ belajar bahasa ibu dengan baik dan benar, saya sedikit demi sedikit meng ekspos bahasa asing ke buku bacaan yang saya bacakan ke MJ dan pada TV dan Youtube video yang dia tonton semenjak MJ kira-kira berumur 1 tahun. Saya menunggu saat MJ sudah dengan sendirinya mengajak saya berinteraksi bahasa asing ke saya dan papanya. Itu terjadi hampir sebulan lalu dan melihat perkembangan dia yang secara otodidak dia pelajari sangatlah mengagumkan.

Apa yang sudah dia pelajari 
MJ sudah sering menggunakan kalimat penuh, bahkan frase, perbendaharaan kata dan ungkapan yang dia ambil sendiri dari lingkunganya. Lucu sekali setiap dengar celotehan dia yang dia sadur dari tontonan yang saya tahu dan kebanyakan dari satu film favoritnya, "Blaze the Monster Machine." Ungkapan seperti "Oh man!, Oh well.. , count with me, I like this, Up and Down," karena suka menemani MJ menonton jadi saya tahu dari mana asalnya MJ menambah perbendaharaan katanya.
Untuk vocabulary makanan dan buah-buahan sering dia dapat dari "Max and Ruby." seperti "Pizza, strawberry, pie, apple." Mungkin karena si Max suka makan ya jadinya banyak muncul kata-kata tersebut. MJ juga sudah mulai bertanya "Mom what's this?" "Mom kalau rumah apa?".  Sama seperti anak-anak yang lain yang peka akan sebuah lafal, MJ juga pernah mengoreksi cara bicara seseorang.

Lalu?
Saya akan terus melanjutkan tulisan saya dan melihat perkembangan MJ berikutnya dan mungkin saja bisa dijadikan sebuah tulisan akan bagaimana MJ belajar bahasa asingnya. Semoga saja ya. :)

Selamat Hari Guru, Guru-Guru..

Sebenarnya sudah lama sekali saya mau bikin posting tentang perubahan yang saya alami setelah mengajar di sekolah yang baru, sudah ada judul untuk postnya "Revolution in Education", tetapi kok saya pikir kenapa malahan saya jadi mau nulis artikel yah, dengan gabungan referensi arti pendidikan dan metode pendidikan ini dan itu. Apa daya dengan alasan waktu, postingan pun tidak berbuahkan hasil. :)

Tapi yah kita buat yang sederhana sajalah, di postingan kali ini dengan bertepatan dengan Hari Guru Nasional saya ingin menuliskan beberapa poin perubahan pandangan yang saya dapatkan dari tempat baru saya mengajar sekarang.

1. Pola Pikir
Saya sangat takjub dengan metode ajar mereka yang menghantam pola pikir anak dari sejak umur 4 tahun. Anak-anak diberikan kepercayaan untuk menjawab segala pertanyaan pertanyaan sederhana yang disampaikan oleh guru, apapun jawaban yang mereka lontarkan tidak pernah ada kata salah atau tidak benar sehingga saya juga belajar untuk tidak mudah "menghakimi" kemampuan anak. Bahkan guru akan memberikan pertanyaan elaborasi sehingga dapat menjembatani daya pikir anak sehingga mereka tidak serta merta diberikan jawaban dari guru. Bahkan guru juga mencatat atau mendokumentasikan pikiran dan pendapat anak, karena pentingnya sebuah proses tersebut. Anak-anak diberikan kepercayaan untuk ikut serta dalam proses pembelajaran di kelas.

2. Proses Pembelajaran
Saya selalu menganut paham untuk menghargai proses dibandingkan hasil. Saya selalu menekankan hal tersebut kepada murid-murid saya terdahulu, namun tidak mudah karena bagaimana tidak, sistem pendidikan kita selalu berbalik kepada indikator hasil akhir (nilai). Kepercayaan anak-anak berbalik lagi menjadi nol, karena mereka hanya dinilai dari sebuah nilai dan nilai. Di tempat ini beruntungnya mereka sangat menghargai sebuah proses pembelajaran diikuti dengan sistem yang mendukungnya. Setiap proses anak sangat dihargai karena mereka percaya masing masing anak memiliki kemampuan yang berbeda. Mereka mengevaluasi pembelajaran anak dengan menyuguhkan semua dokumentasi proses pembelajaran mereka, dari melalui portfolio, video, foto, dan semua hal yang mewakili proses tersebut dengan authentic.

3. Kebebasan Anak
Anak diberikan kebebasan untuk mengungkapkan pendapat; pendapat yang berkaitan tentang pembelajaran mereka dan bahkan tentang perasaan mereka yang terkait dengan pembelajaran tersebut. Rencana Pembelajaran (Lesson Plan), sangat sangat fleksibel, terkait dengan kapan guru melihat adanya sebuah ide ide yang tercetus dari pikiran anak yang dapat diintergrasi dengan pembelajaran.

4. Membaca dan Menyelami Kemauan Anak
Dengan menghargai bahwa semua anak berbeda, guru dapat mengerti apa yang anak-anak inginkan. Terkadang ada anak yang tidak mau terlibat dalam proses pembelajaran. Namun dengan penghargaan terhadap anak, guru akan selalu mencari alasan dibaliknya, karena mereka percaya selalu ada alasan dibalik semua pernyataan yang anak-anak sampaikan, guru tidak mudah menghakimi. Guru juga berusaha mencari dan menyesuaikan pembelajaran dengan memahami ketertarikan anak-anak.

Selama setahun lebih saya belajar banyak, beruntungnya saya dapat menerapkan hal yang serupa kepada Marshall anak saya. Saya belajar menjadi guru dan ibu.

Selamat Hari Guru untuk semua guru-guru, jadilah inspirasi!

----------------------------------------------------------------------------------------------
P.S  : NEXT POST 
An insightful Interview with Nina Moran (Co Founder of GOGIRL! Magazine), stayy tunedd!! 


IBU SEKARANG & IBU DULU

Yang saya tahu,

Ibu sekarang banyak distractions,
banyak kesibukan,
banyak pilihan..
ribet.
lebih banyak hal yang (sepertinya penting) untuk dikesampingkan dibanding anak.
banyak banyak dan banyak                  

Ibu dulu,
tidak ada pilihan lain selain anak titik
dan mereka keren
titik