Selamat Hari Guru, Guru-Guru..

6:31:00 AM hanny arianty gultom 0 Comments

Sebenarnya sudah lama sekali saya mau bikin posting tentang perubahan yang saya alami setelah mengajar di sekolah yang baru, sudah ada judul untuk postnya "Revolution in Education", tetapi kok saya pikir kenapa malahan saya jadi mau nulis artikel yah, dengan gabungan referensi arti pendidikan dan metode pendidikan ini dan itu. Apa daya dengan alasan waktu, postingan pun tidak berbuahkan hasil. :)

Tapi yah kita buat yang sederhana sajalah, di postingan kali ini dengan bertepatan dengan Hari Guru Nasional saya ingin menuliskan beberapa poin perubahan pandangan yang saya dapatkan dari tempat baru saya mengajar sekarang.

1. Pola Pikir
Saya sangat takjub dengan metode ajar mereka yang menghantam pola pikir anak dari sejak umur 4 tahun. Anak-anak diberikan kepercayaan untuk menjawab segala pertanyaan pertanyaan sederhana yang disampaikan oleh guru, apapun jawaban yang mereka lontarkan tidak pernah ada kata salah atau tidak benar sehingga saya juga belajar untuk tidak mudah "menghakimi" kemampuan anak. Bahkan guru akan memberikan pertanyaan elaborasi sehingga dapat menjembatani daya pikir anak sehingga mereka tidak serta merta diberikan jawaban dari guru. Bahkan guru juga mencatat atau mendokumentasikan pikiran dan pendapat anak, karena pentingnya sebuah proses tersebut. Anak-anak diberikan kepercayaan untuk ikut serta dalam proses pembelajaran di kelas.

2. Proses Pembelajaran
Saya selalu menganut paham untuk menghargai proses dibandingkan hasil. Saya selalu menekankan hal tersebut kepada murid-murid saya terdahulu, namun tidak mudah karena bagaimana tidak, sistem pendidikan kita selalu berbalik kepada indikator hasil akhir (nilai). Kepercayaan anak-anak berbalik lagi menjadi nol, karena mereka hanya dinilai dari sebuah nilai dan nilai. Di tempat ini beruntungnya mereka sangat menghargai sebuah proses pembelajaran diikuti dengan sistem yang mendukungnya. Setiap proses anak sangat dihargai karena mereka percaya masing masing anak memiliki kemampuan yang berbeda. Mereka mengevaluasi pembelajaran anak dengan menyuguhkan semua dokumentasi proses pembelajaran mereka, dari melalui portfolio, video, foto, dan semua hal yang mewakili proses tersebut dengan authentic.

3. Kebebasan Anak
Anak diberikan kebebasan untuk mengungkapkan pendapat; pendapat yang berkaitan tentang pembelajaran mereka dan bahkan tentang perasaan mereka yang terkait dengan pembelajaran tersebut. Rencana Pembelajaran (Lesson Plan), sangat sangat fleksibel, terkait dengan kapan guru melihat adanya sebuah ide ide yang tercetus dari pikiran anak yang dapat diintergrasi dengan pembelajaran.

4. Membaca dan Menyelami Kemauan Anak
Dengan menghargai bahwa semua anak berbeda, guru dapat mengerti apa yang anak-anak inginkan. Terkadang ada anak yang tidak mau terlibat dalam proses pembelajaran. Namun dengan penghargaan terhadap anak, guru akan selalu mencari alasan dibaliknya, karena mereka percaya selalu ada alasan dibalik semua pernyataan yang anak-anak sampaikan, guru tidak mudah menghakimi. Guru juga berusaha mencari dan menyesuaikan pembelajaran dengan memahami ketertarikan anak-anak.

Selama setahun lebih saya belajar banyak, beruntungnya saya dapat menerapkan hal yang serupa kepada Marshall anak saya. Saya belajar menjadi guru dan ibu.

Selamat Hari Guru untuk semua guru-guru, jadilah inspirasi!

----------------------------------------------------------------------------------------------
P.S  : NEXT POST 
An insightful Interview with Nina Moran (Co Founder of GOGIRL! Magazine), stayy tunedd!! 


You Might Also Like

0 comments: